Integrasi Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Penjasorkes

Dasar pendidikan karakter ini sebaiknya diterapkan sejak usia kanak-kanak. Sebab pada masa ini dalam istilah psikologi kita kenal sebagai usia emas (golden age).

Usia ini terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Namun bgi sebagian keluarga, belum atau tidak tahu bahwa pada usia tersebut merupakan masa-masa terbaik dalam menerima pengetahuan dan pembiasaan.

Oleh sebab itu, maka seyogyanya pendidikan karakter juga perlu diberikan kepada anak-anak di lingkungan sekolah. Selain mata pelajaran agama, salah satu mata pelajaran umum yang berpotensi dapat mengembangkan karakter siswa ialah pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan (penjasorkes).

Bagaimana internalisasi pendidikan karakter dalam mata pelajaran ini, tulisan ini akan mencoba mengulasnya.

Integrasi Pendidikan Karakter dalam Mapel Penjasorkes

Karakter dikembangkan melalui tahap pengetahuan (knowing), pelaksanaan (acting) dan kebiasaan (habit). Seseorang yang memiliki pengetahuan kebaikan belum tentu mampu bertindak sesuai pengetahuannya jika tidak dilatih.

Integrasi pendidikan karakter dapat diinternalisasikan pada pelaksanaan praktek tentang materi tersebut. Misalnya ketika kita praktek bermain bola voli atau sepak bola, maka ditanamkan nilai-nilai karakter seperti suportif, jujur, tanggung jawab, gaya hidup sehat, disiplin, kerja keras, percaya diri, kerja sama dan lain sebagaianya.

Dalam sebuah permainan yang melibatkan orang banyak kita tidak boleh menanamkan jiwa egois, ingin menang sendiri dan tidak mau bekerja sama 

Nilai-Nilai Karakter yang Akan Diinternalisasikan dalam Mapel Penjasorkes

Adapun nilai-nilai karakter yang akan diinternalisasikan dalam mata pelajaran penjasorkes adalah sebagai berikut:

1.Suportif

Pada tataran permainan bola voli dan sepak bola, maka ditanamkan sikap suportif. Artinya siap menang dan siap kalah. Yang paling sulit ialah mengakui kekalahan dan mengakui keunggulan lawan. Nilai ini perlu ekstra keras dalam menanamkannya.

2. Jujur

Perilaku ini didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebaga orang yang dipercaya dalam perkataan, Tindakan dan lain sebagianya. Dalam permainan, sikap ini perlu ditanamkan sehingga seseorang dalam permainan tidak akan bersikap curang

3. Bertanggung jawab

Bertanggung jawab ialah sikap melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Dalam permainan olah raga, masing-masing mempunyai tugas yang seharusnya dilakukan dengan tanggung jawab.

4. Gaya Hidup Sehat

Untuk mempertahankan stamina diperlukan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat ini juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

4. Disiplin

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

5. Kerja keras

Perilaku ini menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan dan rintangan. Kerja keras disini juga upaya sungguh-sungguh menjadi yang terbaik.

6. Percaya Diri

Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri sangat diperlukan terutama dalam permainan olah raga Dengan percaya diri keinginan dan harapannya akan mudah tercapai.

7. Kerja Sama

Kerjasama diperlukan jika dalam pertandingan kita atas nama kelompok atau orang banyak, tentunya kita harus menghindari sikap egois dan tidak mau bekerja sama.

Penulis: Umron Rosyadi, S.Pd (Guru Mapel Penjasorkes MI Ma’arif 02 Salebu Kec. Majenang Kab. Cilacap)