Menjelang kontestasi demokrasi pada 2024 mendatang, nama-nama calon presiden dan calon wakil presiden mulai bermunculan. Berbagai lembaga survei dan pengamat politik mulai giat mengkalkulasi tokoh potensial yang dianggap mampu menggantikan Presiden Joko Widodo.
Dari berbagai lembaga survei muncul beberapa nama diantaranya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Khofifah Indar Parawansa, Ridwan Kamil dan lain-lainnya.
Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim mengatakan bahwa memilih presiden jangan berspekulasi tapi harus berdasarkan keyakinan. Di mana figur tersebut harus memiliki kriteria yang lengkap.
Diantara kriteria itu adalah; memiliki ilmu yang luas (Knowledge is power) karena ilmu bisa membantu seseorang menjadi kuat dan berdaya. Selain itu seorang calon presiden juga harus sehat jasmani dan rohaninya. Maka Presiden yang akan bisa mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat adalah yang memiliki kriteria tersebut.
“Selain Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Khofifah Indar Parawansa, juga berpotensi menjadi Calon Presiden 2024 karena ilmunya luas, fisiknya kuat luar biasa, serba bisa, serba tahu, pernah jadi bintang senayan di usia mudanya dan memiliki segudang pengalaman dan prestasi,” jelas Kiai Asep Saifuddin dalam wawancara khusus dengan awak media, di Jakarta, Sabtu, 19/11/22.
Khofifah memulai karir politiknya pada tahun 1992, saat ia berhasil menjadi Pimpinan Fraksi Pratai Persatuan Pembangaun DPR RI, dia berhasil menjabat selama lima tahun dan berkahir pada tahun 1997.
Tak hanya berhenti sampai disitu saja, Khofifah juga pernah menjadi Wakil Ketua DPR RI pada thaun 1999, saat kepemimpinan Bacharuddin Jusuf Habibie.
Sebelum menjadi Menteri Sosial di kabinet kerja Presiden Joko Widodo, Khofifah juga tercatat pernah menjadi seorang menteri.
Pada tahun 1999 hingga 2001, Khofifah pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan.
Pada tahun yang sama saat dia menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Khofifah juga menjadi Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Sosial.
Seusai menjadi Menteri, Khofifah masih terlihat aktif di panggung politik Indonesia.
Terbukti pada tahun 2004, ia berhasil menjadi Ketua Komisi VII DPR RI.
Tak hanya itu, di tahun yang sama Khofifah juga menjadi Ketua Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR RI hingga tahun 2006.
Setelah mengakhiri jabatannya dalam panggung DPR, Khofifah dipinang oleh Jokowi untuk menjadi salah satu menteri dalam kabinet kerjanya. Jokowi mengangkat Khofifah menjadi Menteri Sosial Republik Indonesia.
Pada pemilihan gubernur Jawa Timur Khofifah menang dengan mengalahkan pasangan Soekarwo dan Saifullah Yusuf. Dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak sebagai gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur periode 2019-2024.
Sebagai gubernur Khofifah berhasil mengangkat Jawa Timur menyandang predikat Provensi berkinerja terbaik se-Indonesia
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) meraih dua penghargaan tingkat nasional dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penghargaan ini diraih karena Pemprov Jatim berhasil memenuhi kriteria yang ditetapkan, yakni anggaran, Capaian Kecepatan, SK Tim, Tahapan Penerapan, dan Capain Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Kedua penghargaan tersebut, yakni peringkat 1 kategori Pemprov) Berkinerja Terbaik Penerapan SPM Tahun Anggaran (TA) 2021 di tahun 2022. Selain itu Pemerintah Daerah (Pemda) dengan ketepatan waktu dalam melaporkan SPM seluruh kabupaten/kota di wilayahnya pada Tahun Anggaran 2021.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara Sosialisasi Permendagri Nomor 59 Tahun 2021 yang digelar secara hybrid oleh Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri di Bali Dynasty Resort, Kuta, Bali, Rabu (18/5/2022). Jatim meraih skor tertinggi diantara 34 provinsi di Indonesia dalam kategori penerapan SPM dengan skor 99,36 persen.
Gubernur Khofifah Dinobatkan Jadi Gubernur Terpopuler di AHI 2022
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dinobatkan menjadi Gubernur Terpopuler 2022 di Media Digital dalam ajang Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2022. Selain penghargaan tersebut, penghargaan juga diterima Pemprov Jatim sebagai Institusi Terpopuler di Media Digital 2022.
Kedua penghargaan tersebut diserahkan langsung CEO CPROCOM Emillia Bassar didampingi founder dan CEO Humas Indonesia Asmono Wikan kepada Gubernur Khofifah yang diwakili Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov. Jatim Moh Ali Kuncoro di Hotel Atria Kota Malang, baru-baru ini.
AHI 2022 ini sendiri, merupakan ajang yang telah keempat kalinya digelar oleh Humas Indonesia. Dalam ajang tersebut, penghargaan diberikan kepada kementerian, lembaga, pemerintah daerah, Perguruan Tinggi Negeri (PTN), BUMN, anak usaha BUMN, dan BUMN se-Indonesia melalui penilaian kinerja komunikasi dan keterbukaan informasi lembaga publik di berbagai tingkatan.
Khofifah Ilmunya yang begitu luas, sehat jasmani dan rohani, pengalaman eksekutif dan legislastif, serta banyak perhargaan yang diterima,
Itu semua bisa sebagai acuan untuk memilih Khofifah Indar parawansa bukan berdasarkan spekulasi melainkan memilih calon Presiden dengan keyakinan.
Menurut KH. Asep Khofifah idealnya didampingi seorang jenderal Tentara yang telah teruji komitmen kebangsaannya seperti Moeldoko atau Andika Perkasa. Jadi format capres cawapres sipil – militer. Hal ini untuk menjamin stabilitas nasional dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mengenai Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. yang menyatakan “Pasangan Calon diusulkan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik Peserta Pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25% (dua puluh lima persen) dari suara sah secara nasional pada Pemilu anggota DPR. KH. Asep Saifuddin berharap partai politik bisa mengusulkan Khofifah Indarparawansa menjadi calon Presiden 2024, karena Khofifah memiliki kriteria yang lengkap sebagai calon Presiden.
Asep Saifuddin juga percaya Khofifah akan bisa meneruskan program dan kebijakan Presiden Jokowi bahkan bukan hanya bisa melanjutkan tetapi akan bisa mengembangkan dan menyempurnakan kebijakan presiden Jokowi untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Dan berbahagialah bangsa Indonesia bila itu menjadi kenyataan.
KH Asep berharap saat ini perlu dilakukan diskusi publik lebih intensif di saat ini tentang potensi Khofifah Indarparawansa sebagai calon presiden yang mampu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur di Indonesia.
Dalam akhir wawancara KH. Asep Saifuddin menyampaikan keinginannya untuk memujudkan konpsep masyarakat yang adil dan makmur di Kabupaten Mojokerto sebagai pilot projek dan ke depan akan dijadikan projek berskala nasional. (Red 01)












