Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mencatat sektor ekonomi kreatif meyumbang senilai Rp1.300 triliun ke negara sepanjang 2021. Nilai tersebut setara 7,5% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Hal itu disampaikan dalam sambutannya saat seminar ‘Memacu Kreativitas dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi Nasional,” Senin 21/11/22.
Pertumbuhan pariwisata, lanjut dia, akan memacu pemulihan dan pertumbuhan makro ekonomi nasional. Bahkan, mampu mendorong PDB nasional naik menjadi nomor tiga terbesar di dunia. “Ini menunjukkan ekonomi kita tumbuh secara persentase terhadap PDB nomor 3 terbesar di dunia,” jelas Sandiaga.
Di lain sisi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pun berupaya mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang ramah lingkungan. Pengembangan pariwisata berkelanjutan merupakan upaya yang sangat penting bagi upaya membangkitkan sektor parekraf dan membuka lapangan kerja di Indonesia.
Dirinya optimistis dan melihat ada sekitar tiga juta lapangan kerja yang bisa diciptakan melalui pariwisata berkelanjutan. “Karena ini melingkupi sektor pertanian, industri perhotelan serta restoran dan kafe yang bisa onboard,” tambahnya.
Salah satu cara untuk mewujudkan wisata berkualitas, Sandiaga menghitung jejak karbon setelah perhelatan G20 di Bali. Upaya ini untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Selama ini Pemerintah memang masif mendorong pemulihan pariwisata di Tanah Air pascapandemi Covid-19. Pasalnya, sektor tersebut secara signifikan terdampak pandemi.
Perempuan Jadi Tumpuan Pertumbuhan Ekonomi Kreatif, Mengapa?
Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), menyebutkan bahwa peran perempuan sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia. Apalagi saat ini perempuan mengambil porsi 64,5 persen sebagai pelaku industri kreatif di Tanah Air.
“Kita butuh kontribusi dari perempuan-perempuan hebat yang bisa kreatif dalam menciptakan solusi dan sebagai inspirasi untuk pertumbuhan ekonomi industri kreatif,” tegas Sandi dalam konferensi pers Lazada Women’s Fest 2022 di Capital Place Jakarta.
Sandi menyebutkan, salah satu dampak signifikan yang dihasilkan akibat keterlibatan perempuan adalah peningkatan total ekspor ekonomi kreatif pada 2021. Sandi menyebutkan, 64,5 persen perempuan pelaku UMKM berhasil menyumbang hampir US$24 miliar atau sekitar Rp374 triliun (asumsi kurs Rp15.613/US$1) dalam bidang ekspor.
Total ekspor ekonomi kreatif mencetak rekor tahun lalu di 2021 hampir 24 miliar dolar. Ini semua didominasi UMKM yang 64.5 persen pelakunya adalah perempuan,” sebut Sandi.
Saat ini, sektor ekonomi kreatif Indonesia telah menembus 3 besar di dunia penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB). Posisi Indonesia tersebut persis setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan
Berkaitan dengan hal tersebut, Sandi menyebutkan bahwa Lazada Women’s Fest 2022 yang diselenggarakan oleh Lazada Indonesia merupakan kontribusi yang sangat signifikan terhadap peran perempuan dalam berbagai sektor ekonomi, terutama ekonomi kreatif.
Lazada Indonesia kembali menyelenggarakan Lazada Women’s Fest 2022 pada 11-13 November 2022 di JIEXPO Convention Centre & Theatre. Dalam acara ini, terdapat gelar wicara (talkshow), playground, dan pertunjukan dari musisi, influencer, hingga para pakar.
Melalui tema #BeraniBersinar, Lazada berkolaborasi dengan CXO Media untuk memberikan dukungan kepada perempuan Indonesia untuk lebih berani berekspresi dan berkarya. Selain gelar wicara (talkshow) hingga pertunjukan dari musisi, Lazada Women’s Fest 2022 juga mengadakan program ‘Elevate Women’ untuk memberdayakan UMKM milik perempuan. (Red 01)












