Berita  

KEDATANGAN TAMU SYECH  HISYAM KAMIL, UNIVERSITAS AL ASHAR , MESIR 

Jakarta – Nasionalnews.co.id  KH. As’ad Said Ali sebagai tokoh nasional sekaligus mantan Waka-BIN pada era zaman Presiden (Alm) Gusdur,  Megawati Soekarno Putri,  SBY. Hari Senin pagi, 6/3/23. Kedatangan tamu , DR Syech Hisyam Kamil dari Al Ashar, Kairo, yang merupakan teman lama. 

“Saya kenal ulama dan dosen Al Ashar tersebut sekitar 8 tahun yang lalu diperkenalkan oleh Dr  Najih Ibrahim, mantan pimpinan  al Jamaah Al Islamiyah Mesir. Dr Najih Ibrahim”ungkap As’ad Said Ali. Senin (6/3/23). Dalam keterangan tertulis, yang diterima Nasionalnews.co.id

Mantan Wakil Ketua PBNU menjelaskan, Waktu lalu saya undang ke Jakarta dalam rangka bedah buku “ Al Qaeda : Tinjauan Sosial Politik dan Sepak Terjangnya “. Beliau berkunjung ke Indonesia atas undangan murid muridnya di Jakarta, Jawa-Barat, Jawa-Tengah, dan Jawa – Timur. Banyak hal yang dibicarakan dan saya selalu memanfaatkan moment seperti untuk menambah pengetahuan. 

“Saya tanya kepada beliau tentang reformasi yang dilakukan oleh Pangeran Mohammad bin Salman,” jelasnya.

Beliau menjelaskan cukup panjang bahwa apa yang dilakukan MBS sangat tepat dan diperlukan demi kemajuan Arab Saudi dalam rangka menghadapi perobahan peradaban yang sangat cepat sebagai dampak globalisasi tekonologi dan informasi. 

Seperti halnya negara berpenduduk muslim lainnya , Saudi harus membuka diri terhadap pengaruh dari peradaban dari luar dunia Islam khusus nya peradaban Barat . Dan dalam hal ini MBS berusaha memicu generasi muda Saudi untuk menbekali diri ilmu pengetahuan super modern yang dilambangkan dengan pembangunan kota masa depan yang serba komputer minded  yang dikenal  dengan zone ekonomi “NEOM  atau Mustaqbal / masa depan “, suatu model transformasi sosial, ekonomi dan teknologi”. 

Mental masyarakat khususnya Golongan muda disiapkan melalui pembukaan  ruang kebebasan luas termasuk bagi pemudi pemudi Saudi dengan cara mencabut aturan agama yang dianggap membelenggu.

“Beliau dan juga saya mendukung reformasi MBS tersebut , karena praktek keagamaan model ajaran Mohammad bin Abdul Wabab telah menempatkan bangsa dan peradaban Arab Saudi terbelakang,”katanya.

Tentu saja  setiap pembaharuan perlu  dilakukan dengan perencanaan matang dan pentahapan sehingga memperoleh hasil maksimal. Wallahu  a’lam , MBS lebih tahu kondisi bangsanya, selamat berjuang.

“Begitu juga, transformasi budaya / peradaban di Indonesia dalam merespons perkembangan dunia yang sangat cepat, perlu perencanaan  matang dan pentahapan terukur. Untung para  pendahulu kita sudah membekali generasi penerus,dengan suatu doktrin atau dalil yang strategis dan visioner “ memelihara nilai lama yang baik dan mengambil nilai baru yang lebih baik,” ujar As’ad Pria yang low Profile asal kudus.

(Bud/Red-03)