Depok.Nasionalnews.co.id
Tidak ada yang mustahil bila Allah berkendak, takdir telah ditentukan oleh Sang Maha Kuasa dan manusia hanya merencanakan yang terbaik untuk ikhtiar.
Sri wahyuni atau akrab di sapa Yuni selaku pengurus Banteng Ganjar Indonesia (BGI) Relawan Bacapres Ganjar Pranowo mengawali pembicaraannya di Seketariat umum BGI, Jl. Raya Bogor Km.32 No.77 Kota Depok. Senin, (26/06/23)
“Kita tahu pada Jaman Orba anggota kepolisian beserta keluarganya diwajibkan mendukung Golkar sedangkan Ganjar memiliki ayah yang berprofesi sebagai anggota polisi biasa yang bukan Jendral, akan tetapi aktifitas politik pak Ganjar di era 1996 telah berani menentukan sikap politik untuk mendukung PDI, dimana pada saat itu terbelah dua kubu dengan adanya PDI Suryadi dan PDI Megawati yang dikemudian hari menjadi PDI Perjuangan,” ucap Yuni.
Masih kata Yuni, “dan pak Ganjar memberikan dukungannya kepada PDI Megawati. Hal yang sama juga di alami Pak Jokowi yang dibesarkan dari keluarga sederhana dengan profesi sebagai petani dan berkembang menjadi tukang kayu. Artinya bahwa sosok Jokowi dan Ganjar bukanlah dari kalangan Elit Partai, maupun dari Petinggi Militer, apalagi dari Pengusaha Bisnis terkenal dan yang kita tahu selama beberapa periode Presiden sebelumnya dilatarbelangi Kelas Elit,” paparnya.
Masih kata Yuni, “impian masyarakat Indonesia berharap lahirnya pemimpin bangsa yang dari tengah-tengah masyarakat dikarenakan secara psykologis masyarakat butuh pemimpin yang memiliki kepekaan terhadap persoalan-persoalan yang dirasakan masyarakat, seperti lapangan pekerjaan, pendidikan yang terjangkau namun berkualitas, kebijakan yang memanusiakan manusia, jaminan kesehatan, pengelolaan sumberdaya dengan melibatkan pemberdayaan masyarakat, dan sosok Jokowi dan Ganjar memiliki kemiripan terwakilannya harapan dan impian sebagian besar masyarakat Indonesia.
“Jokowi adalah cerminan harapan masyarakat pada saat itu sebagai Presiden terpilih 2014 -2019 sehingga pilihan masyarakat dengan diusung berbagai partai tidak terbendung lagi, dan sosok Jokowi hadir dalam diri Pak Ganjar,” jelasnya lagi.
Setiap manusia dianugerahkan potensi memilih dan memiliki kesempatan yang sama untuh berubah lebih baik, tidak terkooptasi akan masa lalu, dimana catatan pak Ganjar yang sering diungkapkan di media massa dari sisi prestasi dan persoalan kinerja buruk maupun persoalan hukum yang terkadang menjadi issu lawan politik untuk menghadangnya.
Hal tersebut bukanlah penghalang untuk berubah menjadi lebih baik dan tetap maju menjadi calon presiden di tahun 2024.
“Membicarakan kepemimpinan nasional atau sebagai Presiden bukanlah hal yang mudah, dikarenakan untuk menentukan arah kebijakan tentunya berdasarkan amanat UU dan dalam prakeknya melibatkan aspek legislative dan yudikatif dan itu menjadi tantangan dalam mengelola pemerintah pusat yang memiliki pemerintahan daerah tingkat I dengan jumlah 38 provinsi ditahun 2023, sehingga memerlukan berbagai koordinasi dan komunikasi baik formal dan informal serta berbagai strategi yang tepat sasaran.
“Pak Jokowi belum ada 3 tahun memimpin DKI sebagai Ibukota Negara tapi dapat membuktikan dirinya menjadi Presiden 2014-2019 yang saat itu pemerintahan daerah di Tingkat I berjumlah 34 provinsi dan dicalonkan kembali di tahun 2019. Dan itu menunjukkan sebagian besar masyarakat masih memiliki kepercayaan dengan Pak Jokowi. Kesempatan yang sama juga akan berlaku kepada pak Ganjar anak seorang pensiunan polisi berpangkat biasa bukan Jendral namun dapat menjadi politisi dan siap memimpin Bangsa yang besar ini,”tutup Yuni. (Jo)












