Berita  

Peran Humas MA & Peradilan: Harus Sinergi yang Bijak di Era Digital

Jakarta – Di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, peran humas di lembaga pemerintah, khususnya Mahkamah Agung (MA) dan peradilan di Indonesia semakin penting.
Humas bukan hanya sekadar ruang komunikasi untuk menyampaikan informasi, namun juga sebagai elemen strategis yang dapat mendukung kesuksesan program-program institusi.

Dalam dunia yang serba cepat dan terhubung ini, humas dituntut untuk memiliki kemampuan lebih dari sekedar menyampaikan pesan. Mereka harus mampu menciptakan reputasi lembaga yang baik (good governance) di mata publik.

Selain itu, tantangan besar yang harus dihadapi adalah bagaimana menyikapi perkembangan teknologi dan komunikasi yang kian berkembang. Pentingnya hubungan yang baik antara humas dan media menjadi sorotan.

Agar informasi yang disampaikan dapat terkendali dengan baik, humas harus menjalin sinergi yang erat dan akrab dengan awak media. Hal ini dapat menghindari penyebaran informasi yang keliru, serta menjaga integritas pemberitaan yang sampai ke publik.

Menurut Scott M. Cutlip dan Allen H. Centre, humas merupakan fungsi manajemen yang bertugas untuk menilai sikap publik dan merencanakan program yang mendukung pemahaman serta dukungan dari masyarakat.

Oleh karena itu, humas diharapkan mampu mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam proses komunikasi, sehingga tercipta hubungan emosional yang saling menguntungkan.

Dalam pantauannya, Syamsul Bahri, Ketua Umum (Ketum) Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI), memberikan apresiasi terhadap kinerja humas di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Meskipun tanpa dukungan anggaran besar, humas di PN Jaksel berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Pelayanan publik yang diberikan berjalan lancar dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat serta awak media.

“Dengan sinergitas yang terjalin, meski tidak ada dukungan anggaran yang besar, pelaksanaan program tetap berjalan optimal dan hasilnya diapresiasi. Ini adalah contoh yang patut dicontoh oleh humas di seluruh lembaga peradilan di Indonesia,” ujar Syamsul Bahri. Jumat (14/2/2025).

Selain itu, Ketum FORSIMEMA-RI berharap agar Ketua MA, Prof. Dr. Sunarto, SH, MH, memberikan himbauan kepada humas di seluruh institusi peradilan untuk meningkatkan pelayanan dan sinergi dengan media. Hal ini penting untuk membangun kolaborasi yang lebih baik dalam penyampaian informasi yang berintegritas dan menghindari kesan bahwa humas enggan berkolaborasi dengan media.

“Kerja sama yang erat antara humas dan media akan menciptakan pemberitaan yang lebih akurat, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Ke depannya, diharapkan kolaborasi yang lebih solid antara humas dan media akan memperkuat pemberitaan yang dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi peradilan, menciptakan sistem peradilan yang transparan, dan mendukung terciptanya keadilan yang sejati bagi masyarakat Indonesia. (Ramdhani)