Jakarta – Di sudut salah satu area masjid besar di Jakarta, puluhan guru perempuan yang tergabung dalam PIMDA PGMM Kabupaten Cilacap tampak berkumpul dengan penuh semangat.
Mereka adalah Srikandi PGMM dari Kabupaten Cilacap, para pejuang pendidikan yang datang dari berbagai penjuru daerah di Nusantara untuk bergabung dalam Aksi GERUS (Gerakan Guru Bersatu) — aksi damai nasional yang dihadiri oleh belasan ribu guru swasta dari seluruh Indonesia.
Dengan membawa bekal kuliner sumpil , tas ransel, dan semangat juang yang tinggi, para guru ini beristirahat sejenak sambil menyiapkan diri menghadapi hari bersejarah bagi perjuangan guru swasta. Senyum dan tawa tetap menghiasi wajah mereka, meskipun perjalanan panjang dari Cilacap sejak rabu sore (29/10) menuju Jakarta telah mereka tempuh sampai dini hari di Jakarta.
“Kami datang bukan sekadar ikut aksi, tapi membawa harapan besar agar kesejahteraan guru swasta lebih diperhatikan dan ada kejelasan terkait pengangkatan P3K,” ujar salah satu peserta aksi dengan penuh semangat.
Kehadiran Srikandi PGMM Cilacap menjadi bukti nyata bahwa perjuangan tidak mengenal lelah maupun jarak. Mereka adalah simbol kekuatan dan ketulusan hati guru-guru swasta Indonesia — yang tak hanya mengabdi di ruang kelas, tapi juga berani bersuara untuk masa depan pendidikan yang lebih baik.
Dalam aksi yang digelar pada Kamis, 30 Oktober 2025, para guru diterima langsung oleh Mensesneg/Wamen, sejumlah Dirjen Kemenag, dan Staf Khusus Presiden untuk menyampaikan aspirasi terkait peningkatan kesejahteraan dan status kepegawaian P3K.
Semangat perjuangan dan kekompakan yang ditunjukkan oleh Srikandi PGMM Cilacap menjadi inspirasi bahwa guru swasta, dengan segala keterbatasannya, tetap mampu menunjukkan keteguhan, solidaritas, dan semangat juang luar biasa untuk pendidikan Indonesia. (Khz)












