Lampung Selatan, Nasionalnews.co.id – Peran pemuda sebagai pilar pembangunan dan penjaga nilai kebangsaan menjadi sorotan dalam kegiatan edukatif yang menghadirkan Drs. Hi. Ahmad Bastian SY sebagai narasumber, Senin (9/2/2026).
Kegiatan pertama digelar di Sekretariat KNPI Kabupaten Lampung Selatan dengan peserta mahasiswa KKN dari UIN Raden Intan Lampung.
Dalam pemaparannya, Ahmad Bastian menegaskan bahwa mahasiswa bukan sekadar pelengkap program desa, melainkan agen perubahan yang harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa KKN harus hadir membawa gagasan, solusi, dan semangat pemberdayaan. Jangan hanya datang menjalankan program formalitas, tapi tinggalkan jejak perubahan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, peran pemuda di era modern tidak hanya sebatas aktivisme, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, membangun literasi digital, serta menjaga etika dalam bermedia sosial. Menurutnya, tantangan generasi muda hari ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga degradasi moral dan minimnya partisipasi dalam pengawasan kebijakan publik.
Ditempat terpisah, dalam sesi kedua yang berlangsung di Kantor DPC APDESI Kabupaten Lampung Selatan dengan peserta pemuda dan pengurus DPC APDESI, Ahmad Bastian menekankan pentingnya sinergi antara generasi muda dan pemerintah desa.
“Pemuda desa harus berani terlibat dalam musyawarah perencanaan pembangunan, ikut mengawal anggaran desa, serta mendorong transparansi. Jika pemuda peduli, tata kelola desa akan semakin baik,” ujarnya.
Ia juga mengajak pemuda untuk tidak apatis terhadap politik dan kebijakan publik. Menurutnya, partisipasi aktif generasi muda menjadi kunci terciptanya pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar kepemimpinan, integritas, hingga peluang ekonomi kreatif di desa. Para peserta tampak antusias menggali peran strategis yang dapat mereka ambil sebagai generasi penerus.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir pemuda-pemuda Lampung Selatan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter, berintegritas, serta siap menjadi garda terdepan dalam membangun desa dan menjaga persatuan bangsa.
(Red-80)












