Berita  

Badiklat Kejaksaan Gandeng Universitas Brawijaya, Dorong Pegawai Raih Gelar Doktor

JAKARTA – Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Adhyaksa melalui kerja sama pendidikan dengan Universitas Brawijaya.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui program beasiswa pendidikan Program Studi Doktor Ilmu Hukum bagi pegawai Kejaksaan RI di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.

Nota kesepahaman kerja sama ditandatangani Kepala Badiklat Kejaksaan RI Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum., bersama Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Dr. Aan Eko Widiarto, S.H., M.H., di Ruang VIP Gedung Wicaksana Badiklat Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta, Senin (24/8/2026).

Harli mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun dan meningkatkan kualitas SDM di lingkungan Kejaksaan RI.

Menurut dia, program doktor bagi pegawai Kejaksaan bukan sekadar upaya meningkatkan jenjang akademik, tetapi merupakan investasi institusi untuk menghadapi tantangan penegakan hukum di masa mendatang.

“Ini merupakan investasi yang sangat berharga untuk masa depan. Teknologi terus berkembang, sehingga kita membutuhkan sumber daya manusia yang semakin mumpuni dalam menghadapi perkembangan zaman,” ujar Harli.

Harli menuturkan, perkembangan zaman menuntut institusi penegak hukum memiliki SDM yang tidak hanya kuat dalam kemampuan teknis, tetapi juga memiliki kapasitas akademik dan wawasan yang luas.

Karena itu, Badiklat menargetkan program pendidikan S3 tersebut dapat melahirkan lebih banyak doktor dari lingkungan Adhyaksa yang nantinya mampu memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan organisasi.

“Kita ingin secara institusional menelurkan para doktor. Ini merupakan kebutuhan organisasi untuk memperkuat Adhyaksa yang semakin mapan dan mampu menghadapi tantangan ke depan,” tegasnya.

Harli: Kolaborasi Jadi Rumah Besar Bersama

Harli juga mengapresiasi Universitas Brawijaya yang selama ini telah menjalin sinergi dengan Kejaksaan RI.

Dia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada program pendidikan doktor, tetapi dapat dikembangkan dalam berbagai bidang lainnya.

“Kolaborasi ini harus menjadi rumah besar bersama. Kehadiran Bapak dan Ibu di Badiklat diharapkan dapat memberikan pencerahan dan memperkaya wawasan kami,” tuturnya.

Harli menambahkan, Badiklat Kejaksaan RI terus melakukan reformasi dan pembenahan agar mampu menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan yang modern serta adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Badiklat tanpa kampus tentu kurang menarik. Karena itu, sinergitas seperti ini menjadi bagian penting untuk membangun Adhyaksa muda menjadi SDM yang lebih berkualitas,” ujarnya.

Universitas Brawijaya: Banyak Jaksa Ikuti Program S3

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Dr. Aan Eko Widiarto menyambut baik penguatan kerja sama dengan Kejaksaan RI.

Aan mengatakan, hubungan kerja sama antara Universitas Brawijaya dan Kejaksaan RI telah berlangsung cukup lama. Bahkan, sudah banyak jaksa yang mengikuti pendidikan program doktor di Universitas Brawijaya.

“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama ini. Kerja sama dengan Kejaksaan sudah berjalan cukup lama dan banyak sekali para jaksa yang mengikuti program S3 di Universitas Brawijaya,” kata Aan.

Dia menjelaskan, Universitas Brawijaya terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, antara lain melalui penguatan standar akademik dan internasionalisasi kampus.

Aan berharap program beasiswa pendidikan doktor bagi pegawai Kejaksaan RI dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Menurutnya, para jaksa dan pegawai Kejaksaan yang mengikuti pendidikan S3 diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan institusi.

“Dengan adanya nota kesepahaman ini, kami berharap kerja sama dapat terus berjalan dan semakin langgeng, penuh keberkahan serta membawa manfaat bagi kedua institusi,” pungkasnya.

Penandatanganan kerja sama tersebut turut dihadiri jajaran Universitas Brawijaya dan Badiklat Kejaksaan RI. Kerja sama ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun SDM Adhyaksa yang unggul, profesional, dan mampu menjawab tantangan penegakan hukum di masa depan. (Ramdhani)