Depok, Nasionalnews.co.id – Demi mendapatkan uang untuk pengobatan istrinya yang mengalami gangguan penglihatan akibat retina mata robek (Ablasi Retina), seorang pria di Cilodong Kota Depok niat menjual ginjal.
Sampai semua barang dan sisa gaji habis untuk pengobatan istri, kebutuhan bayar kontrakan dan makan setiap hari nya, Yanto mengaku putus asa dan telah menawarkan ginjal di salah satu Rumah Sakit Swasta di Kota Depok.
“Sampai menunggak kontrakan 3 bulan kita belum bisa bayar, terus saya blank dan tidak ada lagi barang berharga yang bisa di jual. Sebenarnya istri tidak mengijinkan, namun karena sudah tidak bisa, akhir nya saya berinisiatif, saya harus rela berkorban dan nekat untuk menjual ginjal saya.” ungkap Yanto dengan penuh harapan, Istri nya dapat segera sembuh kembali.
Sambungnya,”Saya sudah nekat, dan sudah saya tawarkan ke marketingnya Rumah Sakit Citra Arafiq dan kepala divisinya.” Ungkap nya.
“Saya sampai senekat ini hanya untuk kesembuhan istri saya secepatnya. karena dokter dari RS. HGA setelah terakhir rujukan itu mengatakan masih ada peluang untuk kesembuhan Istri saya.” Dikatakan Yanto dengan penuh harap yang nampak meneteskan air mata di kontrakan nya di Jalan H. Sapri, Cilodong Kota Depok, Selasa, 28 September 2021.
Kepada awak media Nasionalnews.co.id, Yanto mengaku, sejak tanggal 8 September 2020 diri nya sudah tidak ada pilihan lain dan harus memilih meninggalkan kerjaannya demi merawat anak perempuannya yang berumur 2 tahun dan Okta (Istri nya) yang mengalami gangguan penglihatan sejak usia anaknya berumur 4 bulan.
“Karena saya banyak izin untuk merawat anak istri, atasan saya tidak mau tau, karena yang namanya kita kerja harus konsekuensi. sudah tidak ada jalan lain, ini ujian dari Tuhan, dan saya harus menerima nya.” ujar Yanto.
Di waktu dan tempat yang sama, Arif Afifullah, Ketua Umum ASPERA (Aktivis Peduli Rakyat) Indonesia didampingi Wakilnya Perayun Sihombing pada kesempatan usai memantau langsung keadaan Yanto dan keluarga nya yang memprihatinkan menyampaikan, “Intinya ASPERA hadir itu membantu tanpa memandang agama suku maupun ras.
“Jadi kita melihat bahwa ada yang mau menjual ginjal hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap hari dan pengobatan istrinya, saya merasa terpanggil. dan tidak bisa menerima. makanya sebisa mungkin ASPERA Indonesia menggalang bantuan atau pun bagaimana caranya kita harus membantu warga tersebut walau warga tersebut adalah orang Lumajang.” ucapnya
Untuk penanganan selanjutnya kepada Okta, penderita gangguan penglihatan tersebut, Arif menyampaikan akan berupaya dibawa ke rumah sakit khusus mata di Bandung.
“Ada kemungkinan besar kita akan bawa ke Rumah Sakit Mata Cicendo di Bandung, karena informasinya lebih cepat penanganannya.” ujarnya
Mengenai biaya nya, dirinya juga mejelaskan akan mencoba berkomunikasi dengan pejabat Kabupaten di Lumajang.
“Pejabat-pejabat di Lumajang kira nya dapat membantu,” harap nya
Dirinya juga berharap partisispasi atau pun donasi dari masyarakat di luar sana untuk membantu saudara kita yang sedang membutuhkan pertolongan.
“Aspera siap untuk menggalang dana dan menyalurkan kepada yang berhak mendapatkan nya,” tutup nya. (CP/NN)
Untuk donasi dapat disalurkan melalui Bank BRI dengan Nomor Rekening: 0428 0100 0791 306 A/n ASPERA Indonesia