Depok. Nasionslnews.co.id – Edah Jubaeda sedikit tersenyum melihat kehadiran siswa dan siswi SDN. Mekarsari 2,Cimanggis Kota Depok mulai masuk kembali.
“Ya, dari hari Senin Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) mulai di terapkan, kita tetap melaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan contohnya mulai dari datangnya anak-anak sebelum masuk halaman sekolah kita chek suhunya, cuci tangan lalu disemprot hand sanitizer sebelum masuk kelas. Lalu siswa kita kasih nomor tempat duduk yang sesuai dengan nomor absen. Kalau dalam satu kelas ada 32 siswa jadi nomor 1-16 dan kita gunakan 2 sesi. Jadi dalam satu kelas kita bagi dua pertama nomor urut 1-16 dan sesi ke dua 17-32,”ucap Edah saat di temui di ruang kerjanya. Kamis, (07/10/21)
Masih Edah. Sesi pertama dari jam 7 sampai jam 9 dan sesi ke dua jam 10-12 dan sebelum masuk Ke sesi ke dua, ruangan semprot dahulu kemudian meja di lap dengan disinfektan supaya ruangan tetap steril dan anak-anak aman dan nyaman saat berada di ruangan kelas.
“Selama proses belajar kita juga sampaikan kepada anak-anak tidak boleh pinjam alat-alat tulis mereka harus bawa sendiri, tidak boleh bawa makanan ataupun makan di kelas kecuali minum dan tidak boleh membuka masker, semua aturan protokoler kesehatan sesuai yang dianjurkan,”ucapnya tegas.
Menurut Edah, sampai saat ini tanggapan orang tua siswa sangat senang dan mendukung pembelajar tatap muka ini, karena mereka sudah terlalu jenuh dan sudah terlalu lama berada di rumah.
Menurut orang tua siswa yang hadir saat mengantar anaknya mengatakan, “belajar di rumah melalui pjj sangatlah membosankan, jenuh dan anak juga bisa jadi setres, ini tidak bagus untuk perkembangan anak, dan kita sebagai orang tua juga ikut ke bawa,”ucapnya tegas.
Dengan di mulainya pelajaran tatap muka ini siswa dan guru begitu senang dan terlihat begitu semangat menyambut dan mengikutinya.
Sama halnya dengan Edah jubaedah, kepsek SMPN. 7 Drs. Wahyu Hidayat, M.Pd mengatakan kan bahwa, sebelum pembelajaran tatap muka di mulai, “kita sudah lakukan simulasinya, jadi para guru tidak terlalu kesulitan. Sejak hari pertama masuk sampau saat ini. Pelaksanaan protokol kesehatan yang di anjurkan kita terapkan dari pintu masuk, siswa kita chek suhu tubuhnya, wajib menggunakan masker, cuci tangan, penyemprotan hand sanitizer, dan setiap kelas hanya 50 persen saja sisanya pjj,”ucapnya.
Masih menurut Wahyu, Untuk kenyamanan dan ke amanan para siswa karyawan, guru dan orangtua harus terlibat secara penuh, saling mendukung selama proses pembelajaran tatap muka berlangsung.
Sekitar 95% orang tua siswa bersemangat menghadapi pembelajaran tatap muka.
“Mereka sangat mendukung sekali tanpa ada pemaksaan dan yang 5 persen orangtua yang tidak menyetujui, anak dapat belajar di rumah dan tetap akan kita layani secara pjj bagi siswa yang tidak bisa hadir dalam pembelajaran tatap muka, dan mudah-mudahan di tahun depan semuanya sudah bisa normal dan bisa mengikuti pembelajaran tatap muka,”tambah Wahyu.
Masih Wahyu, tanggapan dari siswa juga luar biasa meskipun pada awalnya mereka banyak yang bengang bengong, karena sudah satu tahun setengah mereka hanya berada di rumah belajar dengan hp android nya, sekarang mau nggak mau mereka harus menghadapi kenyataan ini, secara psikologis mereka harus menghadapi dunia luar, dunia sekolahan, keramaian dan berhadapan dengan lingkungan, berhadapan dengan bapak ibu guru, “ini semua butuh penyesuaian dan proses ini selama satu bulan adalah penyesuaian, agar mereka para siswa dapat ber adaptasi untuk menumbuhkan semangat belajar dan bergembira. Makanya pertama kali diawali dengan pertemuan dengan wali kelas mereka,”ucap Wahyu.
Tanggapan dari siswa sangat senang meskipun pada awalnya banyak yang terlihat anak-anak masih bingung dan kaku.
Makanya kepada wali kelas dan para guru untuk terus melakukan pendekatan- pendekatan agar mereka kembali memiliki semangat untuk belajar, semua ini butuh penyesuaian.
Masih kata Wahyu, selama sebulan ini adalah proses adaptasi terhadap lingkungan, agar anak- nyaman. “Kami tidak lakukan belajar langsung, kami ingin anak-anak betah dan happy karena imun itu dibentuk dari rasa nyaman dan happy, termasuk guru, para karyawan dan juga orang tua siswa. Untuk itu dibutuhkan dukungan semua pihak, termasuk dari kelurahan, Rt, Rw, babinsa satgas covid kota depok, dinas kesehatan agar proses berjalan dengan baik. Termasuk media
yang memberikan motivasi dan pemberitaan yang positif, mudah-mudahan januari 2022 semua kita bisa lakukan secara normal kembali.”Tegas Wahyu di akhir kalimat. (SL)