Berita  

Setelah Muktamar Selesai Jangan Ada yang Mengadu Domba NU

Jakarta, Nasionalnews.co.id – Gelaran muktamar NU ke 34 di Lampung berjalan dengan sukses, aman dan penuh kesejukan. Hal ini bisa dilihat dari dua calon PBNU Said Aqil Siroj dengan Yahya Cholil Staquf yang sebelumnya berkompetisi dengan sengit, ternyata setelah salah satu terpilih mereka berangkulan. Dan ini perlu dicontoh oleh para pemimpin nasional agar tetap selalu berangkulan setelah kontestasi.

Habib Salim Jindan .ketum IHNU (ikatan habaib nahdlatul ulama) mengatakan untuk orang-orang di luaran yang bukan pengurus Nahdlatul ulama atau ormas yang makai ormas-ormas Islam yang mengakui mewakili agama Islam tolong kalau bukan pengurus Nahdlatul ulama, jangan komentar negatif jangan komentar bersifat mengadu domba warga nahdhiyin.

Sebelumnya  novel bamukmin mengomentari muktamar NU yang telah memilih Kyai Miftahul Akhyar-Kyai Yahya staquf,  merupakan musibah besar innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

“Tolong kalau dia sebagai seorang laki-laki sebagai seorang yang mengaku  menggunakan imamah  hendaknya dia pakai akhlak, dan datang untuk melakukan dialog, jangan komentar di medsos dan komentar di berita-berita. Kau datangi saya kalau komentar di medsos di berita itu bencong namanya, dan tidak punya ahklak. Sedangkan  nabi mengajarkan dengan akhlak,  kalau nggak punya akhlak kita sebagai orang penceramah atau pengkhotbah itu jauh daripada ajaran nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan  ini dikategorikan menyimpang dari ketentuan nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam” jelas ketua ikatan santri Nusantara ini, Senin /27/12/2021.

“Saya mohon pada novel bamukmin agar bisa menjaga lisannya agar bisa menjaga hatinya.  saya habib Salim jindan sebagai pengurus Nahdlatul ulama kami siap berdialog Novel Bamukmin” tegasnya.

Menurutnya, terpilihnya Yahya Cholil Staquf sebagai ketua PBNU merupakan hasil muktamar hasil musyawarah bersama. Sebaiknya Novel Bamukmin  jangan jadi provokator untuk bangsa ini dengan mengutak-atik Nahdlatul ulama cukup sudah kau bukan pengurus NU berdiam nggak usah banyak komentar banyak cincong mudah-mudahan kau mengerti mudah-mudahan kau juga bisa mengambil hikmah dari pada muktamar Nahdlatul ulama. Perlu novel ketahui bahwa kesempurnaan hanya milik Allah bukan milik kita sebagai umat nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam

“Tolong di camkan omongan saya nubruk NU sama juga nubruk Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, menubruk NU  sama juga menubruk habib Ali bin Abdurrahman al-habsyi ini artinya sama juga menubruk Salim bin Salahuddin bin Salim bin Ahmad bin jindan. Karena saya sebagai pengurus Nahdlatul ulama saya akan Bella NU sampai penghabisan demi  umat dan bangsa ini dari orang-orang yang melecehkan Nahdlatul ulama wallahul,,” tegasnya.

Alhamdulillah muktamar NU berjalan sukses tidak ada ada kerusuhan tidak ada kegaduhan ini semata-mata berkatnya Allah subhanahu wa ta’ala dan juga barokahnya para muassis Nahdlatul ulama sekaligus syafaat yang nyata dari Baginda nabi Muhammad sehingga muktamar ke-34 berjalan sukses penuh dengan hikmat dan kebarokahan yang insya Allah bisa kita rasakan bersama.

Sebagai warga nahdliyin saya masuk dalam struktur organesasi  sebagai wakil ketua PWNU DKI, Ketua  ikatan habaib Nahdlatul ulama juga pimpinan majelis ta’lim habib Salim bin Ahmad bin jindan jalan otista raya nomor 117 Jakarta timur mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada warga nahdliyin kepada seluruh pengurus PWNU se-indonesia beserta jajarannya sampai ke anak cabang dan anak ranting.

Untuk kyai haji profesor doktor Said Aqil Siroj saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian dan khidmat di NU 2 periode, semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kesehatan lahir dan batin dan insya Allah masih bisa berkarya untuk Nahdlatul ulama kedepannya.

Selanjutnya, ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kyai haji As’ad Said Ali, mantan Wakabin republik Indonesia yang telah ikut serta dalam kontestasi calon ketua tanfidziyah PBNU di muktamar 34 semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kesehatan lahir dan batin dan kami sangat memohon kepada beliau agar bisa membimbing kami.

Kedepannya kami yang muda perlu banyak belajar dari beliau kami yang mudah perlu mengambil ilmu dari beliau kami yang muda perlu untuk menjadikan beliau  sebagai panutan di kalangan nahdliyin dan pengurusan sekarang ini semoga yang diniatkan oleh beliau Allah kabulkan hajatnya Allah mudahkan langkah kita buat yang udah berkhidmat di Nahdlatul ulama.

“saya menyampaikan kepada yang terpilih sebagai Rois am kyai haji Ahyar dan juga kyai haji Yahya staquf  saya berharap besar jadikanlah rumah NU sebagai pengurus menjalankan amanah dari pada warga nahdliyin kepedulian untuk NU ini sangat tinggi kalau perlu 34 provinsi harus jangan sampai NU ini rumah Nahdlatul ulama ini dibawa ke kancah yang tidak baik tapi jadikan Nahdlatul ulama betul-betul  sumbernya ulama panutannya para warga khususnya nahdhiyin dan umumnya warga negara Indonesia, karena NU ini mendakwahkan  kebangsaan dan keagamaan.  contohkan yang baik buat kami generasi muda agar warga nahdliyin bisa mengambil memetik hikmah dan teladan dari Rois am dan juga  ketua tarfidhiyah PBNU.  mari kita bergandengan tangan mari kita bersatu untuk berkhidmat di Nahdlatul ulama bukan menjual Nahdlatul ulama untuk kepentingan pribadi,” pungkasnya.

“Ayo kita sama-sama berjuang untuk mengharumkan Nahdlatul ulama di kancah nasional maupun internasional sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Rois am kyai Miftahul Ahyar dan ketua Tahfidhiyah Yahya Cholil,   jagalah amanat Allah  insya Allah akan mendapatkan keberkahan di dunia maupun di akhirat,” lanjutnya

Menurutnya, Jangan sampai salah pilih dalam  menyusun pengurus PBNU kedepannya kalau salah pilih nantinya bisa merusak nama Nahdlatul ulama.  wallahul muwafiq ila assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. (Red 01)