Berita  

Santri SMAU BP Amanatul Ummah Raih Medali Emas dalam Ajang KIIIF 2022 

MOJOKERTO– Empat Santri SMAU BP Amanatul Ummah, Rajaziyan, Maulana Ihsan, NIzar Zuhdi, dan Fadluurahman Fazle, telah berhasil meraih kesuksesan dalam ajang International Khayyam International Invention & Innovation Festival (KIIIF) 2022 yang diselenggarakan World Invention Innovation Intellectual Property Associations (WIIPA-) diherlat di Isfahan University of Technology, Iran (30/1). 

Ajang tahunan di Isfahan University of Technology Iran ini mengusung tema “promote investment opportunities in the state of knowledge, science, and technology” dan telah berhasil memamerkan 278 karya inovatif dari kalangan mahasiswa, dan pelajar dari 15 Negara di belahan dunia, mulai dari Iran, Taiwan, China, USA, Kanada, Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, Polandia, Turki, Kazakestan, Vietnam, Qatar, hingga Kroasia.

Keempat Santri SMAU BP memamerkan inovasi kotak pendingin ikan, dengan karya berjudul SADEWA-BOX (Solar-Based and Electrolyte Seawater Cooler Box): Innovation of Portable Fish Cold Storage Box Using Hybrid Solar Power and Seawater Electrolytes With Modified Solar Trackers and MPPT through Utilizing a Microcontroller-Based Thermoelectric Cooler to Maintain The Quality of Fish for Local Fishermen in Indonesia. Mereka berhasil menyisihkan 277 peserta lain. Mereka pun sukses membawa pulang satu MEDALI EMAS atas inovasinya ini. 

Di bawah bimbingan Ahmad Sirajuddin, S.Kom, Mereka mengembangkan inovasi teknologi kotak pendingin ikan dengan memanfaatkan tenaga Hybird, yakni dari sinar matahari dan air laut yang kemudian  diubah menjadi sumber listrik untuk mengoperasikan alat pendingin ikan.

Dilatarbelakangi dari kondisi para nelayan yang kerap merugi lantaran ikan tangkapan mereka tidak bisa bertahan lama dan membusuk. Masalah tersebut menginspirasi santri SMAU BP Amanatul Ummah untuk menciptakan alat pendingin ikan tangkapan nelayan dengan modifikasi energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Maulana Ihsan, sang ketua tim menjelaskan bahwa “SADEWA Box ini cukup istimewa karena bisa dioperasikan dengan menggunakan tenaga surya dan air laut sehingga, para nelayan pun bisa memakainya saat melaut”. “Penggunaan alat ini mampu menjaga kesegaran ikan hasil tangkapan hingga tiba waktu penjualan”, Klaim Ihsan 

Sementara itu, Ale salah astu Anggota tim yang telah menyelesaikan Hafalan Al Quran 30 Juz. memaparkan, biasanya, nelayan mendinginkan ikan hasil tangkapan menggunakan balok-balok es. Namun, balok es tersebut cepat mencair karena suhu udara di laut yang panas. Belum lagi proses pembuatan balok es yang tidak higienis.

“Mereka mendapat ikan tengah malam dan baru dijual pagi hari. Sementara ikan yang lama terendam air akan turun kualitas dan harganya,” tutur Ale

Nizar Zuhdi, salah satu Anggota Tim menambahkan, sebelumnya pernah ada alat serupa namun kurang cocok untuk digunakan para nelayan tradisional.

“Mereka memakai kondensor dan alatnya hanya sesuai untuk kapal besar. Kami ingin membantu nelayan Indonesia yang masih menggunakan perahu biasa,” ujar Nizar.

Inovasi yang dibuat hanya dengan dana Rp360 ribu itu masuk kategori ramah lingkungan. Bahkan, Maulana Ihsan dan kawan-kawan diobatkan sebagai peraih Best Invention pada ajang Khayyam International Invention & Innovation Festival (KIIIF)  2022 melalui inovasi alat pendingin tersebut. 

Ahmad Sirajuddin, S.Kom selaku Guru Pembina lomba mengapresiasi gagasan yang dibuat oleh para santri SMAU BP. Guru yang kerap disapa Pak Jundy ini menilai melalui kompetisi tersebut, santri dapat berlomba membuat inovasi serta berkarya untuk kemajuan teknologi Indonesia dan dunia.

“Semoga dengan adanya kotak pendingin inovatif dan ramah lingkungan ini menjadi satu referensi dan solusi terbaru untuk kemajuan produktivitas produksi perikanan yang berkelanjutan di Indonesia. Saya harap juga prestasi yang dicapai santri SMAU BP dapat menjadi motivasi teman teman yang lainnya untuk dapat menghasilkan karya yang bermanfaat,” Pungkasnya..