Berita  

Banyak Dukungan, Kiai As’ad Ali Berpotensi Jadi Ketum PBNU

Tuban, Nasionalnews.co.id-Pelaksanaan Muktamar ke-34 NU dipercepat menjadi tanggal 22-23 Desember 2021. Hal itu tertuang dalam surat PBNU bernomor 4288/aI01/12/2021 pada 15 Desember 2021.

Sejauh ini terdapat beberapa nama yang dinilai layak menjadi ketua umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), salah satunya yaitu KH As’ad Said Ali. Kiai As’ad bukanlah sebuah nama baru di NU.

Seperti dilansir dari populis.id, Minggu, 19/12/2021, bahwa Kiai As’ad pernah memiliki jabatan penting di Badan Intelijen Negara (BIN). Ketua Tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) 2003-2018 Banyuwangi, KH Masykur Ali menyebut nama KH As’ad Said Ali sebagai salah satu sosok yang dianggap progresif untuk masa depan PBNU.

Masykur menilai Kai Asad Said Ali merupakan seorang yang menginisiasi PKPNU yang mengokohkan warga NU hingga paling bawah.

Menurutnya, progres seperti itu sangat penting karena mampu menguatkan warga hingga di desa-desa untuk mengabdikan diri untuk NU yang selalu siap ketika dibutuhkan organisasi.

Lebih lanjut, Masykur menilai apa yang dilakukan mantan Wakil Kepala BIN itu sangat penting dalam menguatkan nahdiyin hingga di desa-desa.

Kiai Masykur juga menilai Kiai As’ad Said Ali mampu mengembalikan masa kejayaan NU yang hingga kini masih terus diperjuangkan.

Dukungan Kiai As’ad Ali juga disampaikan oleh Dr KH A Malik Madani, selaku mantan Katib Aam Syuriah PBNU periode 2010-2015.

“Keduanya telah terbukti pengorbanan dan kontribusinya kepada NU. Keduanya telah selesai dengan dirinya, sehingga dijamin tidak akan mencari hidup dan kekayaan dari NU. NU sangat membutuhkan sosok pemimpin seperti kedua beliau. Semoga Allah SWT mengabulkan,” katanya, belum lama ini.

Ia menilai Kiai As’ad Said Ali sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dan juga menjadi pengarah, penuntun, dan pembina yang harus dipatuhi.

“Syuriyah adalah pemegang kedaulatan tertinggi. Dia menjadi pengarah, penuntun, dan pembina yang harus dipatuhi ‘titah’-nya oleh Tanfidziyah sebagai pelaksana tugas organisasi sehari-hari. Untuk itu diperlukan lembaga Syuriyah yang kuat dan berwibawa dengan Rais’Aam sebagai pimpinan puncaknya. Sosok Kiai Asep sangat cocok untuk itu,” kata Kiai Malik Madani.

Kemudian, Kiai As’ad Said Ali juga didukung oleh tokoh muda NU yang juga anggota IKA PMII Jatim, Ayok Zakaria. Menurutnya, kepemimpinan Kiai As’ad sudah teruji yakni melahirkan karya besar PKP (Pendidikan Kader Penggerak) NU.

“Karya besar beliau PKP itu jelas the real NU yang tidak terkontaminasi partai politik dan bisa dirasakan sampai sekarang oleh warga NU,” urainya, belum lama ini.

Lebih lanjut Ayok menuturkan, Kiai As’ad merupakan figur lama NU, berpengalaman di birokrasi pemerintahan (BIN), warna pendidikan formalnya lengkap yang memadukan antara model pendidikan pondok pesantren dan lembaga pendidikan umum, pengalaman di organisasi NU cukup lama, dan lainnya adalah realitas intrinsik yang mendasari track record, reputasi, dan kredibilitasnya sebagai tokoh NU.

Poin tersebut penting dalam konteks kontestasi langsung seperti di muktamar nanti. Sementara itu, Pengamat Politik Ahmad Khoirul Umam berpendapat, munculnya As’ad Said Ali sebagai calon ketua umum alternatif akan membuat gelaran Muktamar NU lebih dinamis.

Kata Direktur Eksekutif Indostrategic ini, para muktamirin nantinya akan terhindar dari cara pandang dikotomis.

“Sehingga bisa membandingkan calon Ketum yang lebih dibutuhkan untuk PBNU ke depan,” kata Umam. Terkait peluang kemenangan, Umam melihat, As’ad harus bekerja keras di sisa waktu yang hanya hitungan hari. Muktamar NU sendiri akan digelar pada tanggal 23 Desember mendatang.

Dosen Universitas Paramadina itu kemudian menyampaikan dua kemungkinan. Pertama, As’ad Said Ali bisa saja menang jika strategi pendekatannya intensif dan sistematis. Kemungkinan kedua, ditambahkan Umam, As’ad Said Ali yang pada Muktamar 33 di Jombang meraih 107 suara bisa saja akan menggerus suara salah satu calon.(Red 01)