Berita  

Budi Setiawan, Dari Wartawan Lapangan hingga Pendiri Media Independen

Jakarta — Perjalanan panjang di dunia jurnalistik mengantarkan Budi Setiawan menjadi salah satu pendiri media independen yang menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme pers. Berawal sebagai wartawan lapangan, Budi dikenal aktif meliput berbagai isu strategis, mulai dari persoalan sosial, hukum, kriminalitas, hingga dinamika kebijakan publik.

Pengalaman bertahun-tahun berada di garis depan pemberitaan membuat Budi memahami secara mendalam tantangan profesi wartawan. Tekanan tenggat waktu, risiko liputan di lapangan, serta tuntutan menjaga independensi dan keberimbangan berita menjadi bagian dari proses yang membentuk karakter dan idealismenya.

“Dari lapangan, saya belajar bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.8/1/25.

Seiring perjalanan kariernya, Budi Setiawan juga membangun jejaring luas dengan berbagai kalangan, mulai dari aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, hingga pejabat pemerintahan. Pengalaman tersebut memperkaya sudut pandangnya dalam melihat dan menyajikan persoalan publik secara objektif dan proporsional.

Puncak kariernya ditandai dengan keberanian mendirikan media independen. Langkah ini diambil sebagai upaya menghadirkan ruang informasi yang kredibel, edukatif, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya arus informasi digital. Media yang didirikannya diharapkan menjadi wadah jurnalisme yang berimbang, kritis, serta berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Sebagai pendiri media, Budi menekankan pentingnya etika jurnalistik, verifikasi data, dan keberanian menyampaikan fakta apa adanya tanpa tekanan. Ia juga mendorong regenerasi wartawan muda agar tetap profesional di tengah maraknya informasi tidak terverifikasi atau hoaks.

Transformasi Budi Setiawan dari wartawan lapangan menjadi pendiri media independen mencerminkan dinamika dunia pers nasional. Lebih dari sekadar perubahan peran, langkah tersebut menegaskan komitmennya dalam menjaga marwah jurnalistik sebagai pilar demokrasi dan sarana kontrol sosial.