Waibakul, Nasionalnews.co.id – Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh dalam rangkaian kunjungannya ke Pulau Sumba sehingga ia menyempatkan diri untuk berkunjung ke Dinas Dukcapil Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah, dan Sumba Barat Daya di NTT, hal itu dilakukannya dalam serangkaian kunjungannya pada Selasa – Rabu (28 – 29/12/2021).
Selain kunjungannya ke Dinas Dukcapil beliau berkunjung ke kediaman Bupati Sumba Tengah Paulus SK Limu.
Sementara itu Dirjen Zudan menyerahkan blanko KTP – el sebanyak 2.000 keping untuk menambah stok yang ada sebanyak 2.000 keping.
Bahkan, Dinas Dukcapil Sumba Barat, Dirjen Zudan menyerahkan 4.000 keping blanko KTP-el diterima langsung oleh Bupati Yohanis Dade dan di Sumba Barat Daya Menyerahkan 4000 keping blanko yang diterima wakil bupati.
Dirjen Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan bersemangat mengunjungi pulau berjuluk Negeri Seribu Bukit ini. Sebab, selain panorama pantai dan lembahnya yang menawan, juga lantaran kinerja dinas-dinas Dukcapil di Pulau Sumba yang terus menunjukkan perkembangan menggembirakan.
“Kalau ketemu daerah yang bersemangat saya pun lebih bersemangat. Berkunjungan ke daerah itu ibarat melakukan recharge atau mengisi batere agar energi jiwa saya terus hidup dan tetap utuh,” kata Zudan.
Ia menjelaskan pelayanan administrasi kependudukan itu menunjukkan wajah pelayanan publik di pemerintahan.
Itu sebabnya, pada menit-menit pertama kunjungannya di Dinas Dukcapil Sumba Tengah Zudan meminta Plt Dinas Dukcapil Sumba Tengah Umbu Eda Pajangu agar mencopot kertas – kertas pengumuman di loket pelayanan.
“Ini wajahnya Pemda. Tolong copot kertas pengumuman, ganti dengan lebih bagus. Sebab kertas-kertas itu menutupi wajah petugas yang melayani,” jelas Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh seraya memuji gedung kantor Dukcapil Sumba tengah yang sudah cukup bagus.
Ia menambahkan pada segenap jajaran Dukcapil di Sumba Barat, Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah, Dirjen Zudan mengucapkan terima kasih serta penghargaan yang tinggi.
“Kualitas kinerja ini harus terus dijaga sambil memperbaiki buah, ranting yang kurang bagus. Pokok atau batang pohonnya sudah bagus,” imbuh Zudan.
Zudan menegaskan agar para semua petugas Dukcapil baik di Sumba Barat, Sumba Barat Daya dan Sumba tengah atau di manapun agar membalas semua kebaikan yang sudah diterima dari Tuhan dengan memberikan kualitas layanan administrasi kependudukan (Adminduk) yang lebih bagus. Tolong berikan pelayanan yang mudah, cepat dan akurat kepada masyarakat, layani masyarakat dengan baik, penuh kasih sayang sebagaimana Tuhan penuh kasih sayang dan kebaikan kepada kita semua.
Bayangkan saja, Tuhan memberi bahkan kita tidak meminta. Misalnya oksigen, sinar matahari, udara yang cerah, setiap hari diberikan kepada kita tanpa kita perlu meminta. Ucapnya.
Saya minta seluruh jajaran dukcapil bisa menterjemahkan kasih sayang Tuhan tersebut melalui layanan terintegrasi.
Artinya masyarakat minta 1 layanan dan dukcapil memberi sampai 6 dokumen layanan adminduk. Misalnya, masyarakat minta akta perkawinan, Dukcapil langsung menerbitkan 2 ktp el dengan status kawin, KK pasangan kawin, KK Mertua, dan KK orang tua. Jadi minta 1 dokumen diberi 6 dokumen. Inilah esensi pelayanan yang penuh kasih sayang, penuh kebaikan.
Bahkan, Mendagri Tito Karnavian juga sering kali berpesan agar layanan adminduk dibuat semakin mudah, cepat, gratis dan akurat.
“Ini cara kita berterima kasih pada Tuhan. Selama 2 tahun pandemi Covid-19 teman-teman bekerja WFH dari rumah tetapi gaji tidak dikurangi. Gajinya utuh. Boleh beli vitamin. Ini harus kita syukuri dengan memberikan pelayanan yang terbaik,” kata Zudan seraya menyebutkan bahwa di sisi lain, di luar sana ada banyak warga yang sulit mendapatkan makanan…(Why/Rls)












