Jakarta – Forum Kemandirian Siber Indonesia (FORMASI) resmi dideklarasikan oleh sejumlah tokoh dan pakar di bidang teknologi dan informasi di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Senin (28/10/2024). Acara ini menandai komitmen para pendiri untuk mewujudkan ranah siber yang berdaulat, sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda.
Dalam deklarasi yang dihadiri oleh tokoh-tokoh IT, seperti Gildas Deograt Lumy dan Onno W. Purbo, para pendiri mengulangi ikrar Sumpah Pemuda dan menambahkan sumpah untuk menjunjung tinggi keamanan siber di Indonesia. Gildas Deograt Lumy, yang menjabat sebagai Ketua FORMASI, menjelaskan bahwa organisasi ini lahir dari penggabungan Komunitas Keamanan Informasi (KKI) dan Forum XecureIT, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan diskusi tentang isu keamanan siber.
“FORMASI dibentuk untuk menyatukan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai tantangan di ranah siber,” ujar Gildas. Ia menekankan perlunya kolaborasi dari semua pihak, termasuk pemerintah, untuk membangun budaya keamanan informasi yang kuat.
Dukungan terhadap FORMASI juga datang dari mantan Kepala Bareskrim, Arief Sulistyanto, dan pakar keamanan siber, Onno W. Purbo. Mereka menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam bidang keamanan siber di Indonesia. Mayor Jenderal TNI Dominggus Pakel menambahkan bahwa FORMASI akan menjadi mitra strategis dalam menjaga dan meningkatkan keamanan siber nasional.
Dengan keberadaan FORMASI, diharapkan Indonesia dapat mengembangkan budaya keamanan siber yang lebih baik dan mampu menanggapi tantangan era digital secara efektif. (Ramdhani)












