Jakarta – Gas bumi menjadi salah satu faktor penting dalam suksesnya percepatan transisi energi nasional. Arah kebijakan energi nasional telah menjadikan peran gas dalam transisi energi menjadi lebih penting. Faktor ini disebabkan oleh sifat dari gas yang memiliki operasional yang mudah namun memiliki faktor emisi yang jauh lebih rendah dari energi fosil.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji Penyelenggaraan Puncak Bulan K3 Nasional tahun 2023 di Kantor BBPMGB LEMIGAS Jakarta 14/4/23. Tutuka menuturkan bahwa Kementerian ESDM memilih gas agar lebih dominan sebagai modal untuk tinggal landas menuju renewable energy.
“Dalam transisi energi ini, gas bumi menjadi modal untuk tinggal landas menuju energi terbarukan,” jelas Tutuka.
Dalam mewujudkan hal tersebut, Kepala LEMIGAS Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM.Ariana Soemanto menegaskan bahwa studi pengembangan komoditas gas mutlak harus terus dilakukan. Oleh karenanya, Badan Layanan Umum (BLU) LEMIGAS sebagai lembaga penelitian dan pengembangan pemerintahan memiliki peran penting dalam mengembangan komoditas gas menuju transisi energi.
“Peran penting gas sebagai energi transisi sangatlah penting. LEMIGAS sebagai salah satu Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Indonesia telah banyak melakukan kajian/studi dan pengujian-pengujian di lapangan migas maupun laboratorium terkait dengan teknologi pemanfaatan gas guna mempercepat transisi energi nasional”, tutur Ariana.
Kegiatan pengujian dan studi yang dilakukan di LEMIGAS diupayakan untuk meningkatkan produksi gas dari lapangan migas. Hal tersebut sendiri ditempuh dengan merancang infrastruktur fasilitas produksi gas dan pemanfaatan gas untuk berbagai sektor, baik sektor rumah tangga, industri, transportasi maupun komersial. Lebih lanjut, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk membantu memberikan solusi kepada pemerintah dan sektor industri migas terkait dengan evaluasi mutu dari gas di hulu dan hilir migas. Termasuk melakukan reduksi emisi dengan pemanfaatan gas suar, penyelidikan kegagalan fasilitas produksi migas karena korosi serta pencegahannya dengan pengujian material dan inhibitor.
Pada Kesempatan tersebut Dirjen Migas juga menyampaikan pentingnya penguatan dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) mengingat pengelolaan gas bumi lebih beresiko dibandingkan minyak bumi.
Peran gas sebagai energi transisi, menjadikan budaya pekerjaan di subsektor migas ke depannya juga lebih beresiko. Hal ini lantaran pengelolaan gas yang berbeda dibandingkan minyak, memerlukan penanganan-penanganan yang lebih tinggi resikonya. “Oleh karena itu, penguatan di bidang K3 menjadi suatu keharusan, tandas Tutuka
Capaian Lifting Migas Triwulan Pertama 2023 di Bawah Target yang Ditetapkan dalam Rencana Kerja Tahun Ini
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan torehan lifting minyak dan gas (migas) pada triwulan pertama 2023 yang lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu. Kendati demikian, torehan lifting selama tiga bulan pertama 2023 itu masih di bawah target yang ditetapkan dalam rencana kerja tahun ini. Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdung Manaf mengatakan secara keseluruhan torehan lifting migas pada triwulan pertama 2023 lebih tinggi dari capaian pada periode yang sama tahun lalu. Capaian itu diperoleh lantaran kegiatan pengeboran intensif yang dilakukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada awal tahun ini.
“Lifting minyak dari target 660 MBOPD pencapaian kita 613,7 MBOPD. Realisasi belum tercapai baru 92,8 persen, tapi dibandingkan tahun lalu lebih baik di kuartal yang sama saat itu 611,7 MBOPD,” kata Nanang saat konferensi pers di Jakarta, Senin (17/4/2023). Sementara itu, SKK Migas mencatat, realisasi salur gas hingga triwulan pertama 2023 berada di angka 5.399 MMSCFD atau 87,6 persen dari target tahun ini yang dipatok sebesar 6.160 MMSCFD.
Torehan itu lebih tinggi 101,5 persen dari capaian pada periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 5.321 MMSCFD. “Pencapaiannya triwulan pertama ini baru 87,6 persen, tapi apabila dibandingkan dengan tahun lalu lebih baik, 1,5 persen di atas pencapaian tahun lalu,” tuturnya. Sementara itu, realisasi investasi sepanjang triwulan pertama 2023 sudah mencapai US$2,63 miliar atau setara dengan Rp38,85 triliun (asumsi kurs Rp14.773 per US$). Realisasi investasi itu sudah mencapai 16,9 persen dari target tahun ini yang dipatok sebesar US$15,54 miliar setara dengan Rp229,57 triliun. Adapun penerimaan negara dari kegaitan hulu migas hingga triwulan pertama 2023 sudah mencapai US$3,57 miliar setara dengan Rp52,73 triliun atau 22,5 persen persen dari target tahun ini yang dipatok mencapai US$15,88 miliar setara dengan Rp234,59 triliun

Harta Karun’ Migas di Aceh Menarik Perhatian Dunia
SKK Migas memiliki strategi untuk mendorong produksi gas lewat sejumlah proyek. Untuk jangka panjang (long term), SKK Migas akan mendorong produksi di perairan Andaman, Aceh.
Tenaga Ahli Lingkungan SKK Migas Mohammad Kemal mengatakan Andaman terdiri dari beberapa wilayah kerja (WK) migas. Dia mengatakan, penemuan cadangan migas di wilayah tersebut telah menarik perhatian dunia internasional.
Menurut Kemal, para ahli memperkirakan ada cadangan raksasa di wilayah tersebut.
“Untuk long term-nya di atas 2028 kita akan melihat dari potensi-potensi eksplorasi, yang paling besar tentunya adalah di Andaman Integrated. Di sana ada beberapa WK yang kemarin temuan dari Timpan 2 itu mengundang banyak atensi dari dunia internasional, dari pada geolog-geolog internasional, yang memperkirakan bahwa di sana bisa ditemukan giant discovery,” terangnya Gas Bumi Menjadi Transisi Energi, Jumat 17/4/23.
Di penghujung 2022 lalu, Kementerian ESDM sempat menyampaikan perkembangan penemuan cadangan minyak dan gas bumi (migas) di wilayah utara Aceh atau Sumatera Utara. Ladang migas itu mencakup Andaman I, Andaman II, Andaman III dan South Andaman
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menjelaskan, total sumber daya di Andaman mencapai 4,865 miliar barel setara minyak.
“Dapat kami sampaikan untuk total sumber daya area Andaman terakumulasi sebesar 4,86 miliar barel oil equivalent, dengan rincian discovery 260 juta barel equivalent, prospect 1,97 miliar barel equivalent, dan lead 2,63 miliar barel equivalent,” katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII pada 13 Desember 2022. (Red 01)












