Berita  

GERAKAN AKSI MAHASISWA UNTUK  KOREKSI

Jakarta, Nasionalnewscoid – KH. As’ad Said Ali menyampaikan,  baru seminggu idul fitri , BEM NUS dan BEM SI, masing masing sedang mempersiapkan pertemuan dalam rangka  merencanakan aksi unjuk rasa sebagai kelanjutan dua aksi  sebelumnya yang telah dimulai pada 12 april 2022 . Temanya semakin mengerucut seperti judul tulisan ini yang menunjukkan  suatu tekad untuk melakukan suatu perubahan nasional. Aksi akan meluas di kota besar dan kecil.

Dua aksi mahasiswa selama Ramadhan menunjukkan substansi persoalan nasional  yang mereka perjuangkan. Dipermukaan mereka mengusung  isu kenaikan harga, kelangkaan beberapa kebutuhan hidup, represi terhsdap demokrasi, membengkaknya hutang negara, isu korupsi ( KKN ) , kesenjangan ekonomi dan makin mengguritanya kendali oligarki terhadap kekuasaan. 

“Kalau dihubungkan dengan gerakan mahasiswa pada 1998, maka gerakan mahasiswa  saat ini merupakan koreksi terhadap pelaksanaan reformasi sebagai penjabaran UUD 2002 yang bernafaskan  liberalisasi politik-ekonomi-sosial. Gerakan politik moral yang mereka lakukan menyasar kepada hal yang mendasar, yaitu pelurusan terhadap “ Reformasi 1998 “ yang diperjuangkan  oleh para seniornya 24 tahun lalu,” kata mantan Waka-BIN, yang aktif di era Gus Dur, Megawati dan di era pemerintahan SBY. Senin, 9/5/22. saat diwawancarai awak media di Jakarta Selatan.

Menurutnya. Ada  kalangan yang berusaha mengalihkan perhatian publik dengan berspekulasi tentang kemungkinan keterlibatan asing atau subversi dalam aksi mahasiswa, tetapi hal itu tidak didukung fakta pendukung yang cukup. Subversi negara besar manapun saat ini bukan saat yang tepat manakala Indonesia sedang menjadi ketua negara-negara G – 20.

Factor utama yang mendorong timbulnya aksi  mahasiswa adalah  kealpaan dalam mengawal pemberantasan korupsi yang cenderung menurun pada periode lima tahun kedua dan juga kurangnya sensitifitas dalam  merespons kritik dari masyarakat. Selain itu menjadi tanda tanya bagi masyarakat kenapa pemerintah kurang serius mengurangi polarisasi politik atau pembelahan masyarakat. Bahkan ada kesan ‘“memeliharanya “ yang ditandai  dengan nada serunya cuitan para buzzers.

Ada juga  kealpaan para operator politik, karena tindakannya yang sembrono kemudian berpotensi menodai reputasi atau nama baik President dan keluarganya yang selama ini terkenal sangat “ bersih “. Mungkin para operator tidak memahami  atau lengah bahwa keluarga Presiden selalu menjadi incaran  dari para oligar demi kepentingan ekonomi atau politik pribadi.

Dalam spionase hal itu dikenal dengan istilah “ little hook atau kait kecil “ semacam jebakan atau perangkap. Misalnya dengan membantu dana suatu kegiatan sosial dari keluarga istana , tetapi mempunyai maksud tersembunyi yaitu untuk mendapat keuntungan  yang lebih besar. Politik akal bulus.

“Gerakan mahasiswa selama ini rawan terhadap penetrasi atau campur tangan politik dari kekuatan politik lain dan kalau itu terjadi bisa menimbulkan kerusuhan.  Namun sepanjang aksi atau gerakan mahasiswa tersebut direspons secara proportional  dalam koridor hukum dan persuasif  serta akomodatif tanpa meninggalkan sikap tegas , maka gerakan koreksi tersebut akan semakin memperkuat politik dan demokrasi,” pungkasnya,  (Red 01)