JAKARTA — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari 2026 dan diselenggarakan di Serang, Provinsi Banten, menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis pers dalam kehidupan demokrasi Indonesia.
Anggota DPR RI periode 2014–2024 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Nurhayati Effendi, menilai pers memiliki posisi vital sebagai penjaga suara rakyat sekaligus pengawal kebenaran di tengah derasnya arus informasi saat ini.
Menurut Nurhayati, perkembangan teknologi digital yang sangat cepat harus diimbangi dengan profesionalisme dan integritas insan pers agar informasi yang sampai ke publik tetap akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
“Di tengah banjir informasi dan maraknya hoaks, pers yang jujur dan berintegritas menjadi benteng utama demokrasi. Tanpa pers yang kuat, demokrasi akan mudah tergerus,” tegas Nurhayati, Jum’at (6/2/26)
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh insan pers yang terus bekerja dengan keberanian dan hati nurani, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, tekanan, dan risiko dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Nurhayati menegaskan bahwa pers bukan hanya salah satu pilar demokrasi, tetapi juga mitra strategis dalam mengawal kepentingan publik serta memastikan kebijakan berpihak pada rakyat.
“Pers yang kuat akan melahirkan bangsa yang kuat,” pungkasnya. Nurhayati Effendi.
Peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Serang, Banten, diharapkan menjadi ajang refleksi dan penguatan komitmen bersama untuk menjaga kemerdekaan pers demi Indonesia yang demokratis, adil, dan berkeadaban.
(BS)












