Depok  

IBH Niat Rilis Lagu Saat Pandemi, PSI: ini Bukti Matinya Empati Pemimpin Kota Depok

Wakil Ketua DPD PSI Kota Depok, Icuk Pramana Putra (CP/NN)
Wakil Ketua DPD PSI Kota Depok, Icuk Pramana Putra (CP/NN)

Depok, Nasionalnews.co.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok menilai niat Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono (IBH) merilis ulang lagu Oh Arafah di saat belum maksimal nya penanganan Pandemi Covid -19 di Kota Depok adalah hal yang sangat memalukan.

PSI melihat, dalam perkembangan penanganan covid-19, setelah turun langsung memantau kesiapan tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Depok yang terseok-seok dalam melayani peningkatan pasien covid, seharus nya pemimpin di Kota Depok lebih fokus lagi melihat kenyataan penanganan pandemi yang belum maksimal, seperti tidak tertampungnya pasien, sulitnya mencari oksigen, layanan ambulans yang terus sibuk sehingga banyak warga yang tidak tertangani.

“Tiba-tiba ada kabar bahwa Wakil Walikota Depok ingin merilis lagu berjudul “Oh Arafah, saya sangat kecewa dan tidak mengerti jalan pikiran Wakil Walikota”. Sebut Wakil Ketua DPD PSI Kota Depok, Icuk Pramana Putra kepada redaksi Nasionalnews.co.id lewat pesan elektronik

Diri nya juga menjelaskan, ketersediaan ruang Isoman di Makara UI saat ini daftar tunggu mencapai ratusan, sulitnya warga mendapatkan akses vaksin, ketidakmampuan warga mendapat penghidupan dari hari ke hari, seharusnya penanganan pandemi menjadi beban pikiran utama para pemimpin di Kota Depok.

“Saya pikir ujian terberat saat ini selain efek pandemi adalah ketidakmampuan Pemkot memahami dan menangani masalah,” ujar Icuk.

Diri nya juga menjelaskan, sudah beberapa kali PSI Depok mengkritik gaya kepemimpinan Walikota dan Wakil Wali Kota Depok, tapi nampak tidak ada perubahan.

“Sepertinya memang dari awal tidak ada niatan membangun Depok menjadi lebih baik seperti janji yang mereka utarakan selama masa kampanye.” Ucap Icuk

“Kami rasa dari semua ketidakbecusan mereka, hal ini sangat jauh lebih memalukan, ini bukti matinya empati pemimpin Kota Depok, kalau memang tidak bisa bekerja, lebih baik diam.” tutup Icuk. (CP/NN)