IHSG Mau Sentuh 7000

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja cemerlang selama sepekan lalu dengan mencatat kenaikan hingga 1% dan sudah terjadi selama dua pekan beruntun.

Bahkan, IHSG konsisten bergerak di level psikologis 6.900. Bahkan, IHSG sempat menyentuh level psikologis 7.000 pada perdagangan sesi I Rabu pekan ini.
Pada penutupan perdagangan awal bulan September sekaligus akhir pekan lalu, indeks ditutup di zona hijau. Adapun pada perdagangan Jumat (1/9/2023), indeks ditutup menguat 0,35% ke posisi 6.977,654.
Peningkatan tertinggi selama sepekan terjadi pada rata-rata volume transaksi harian Bursa, yaitu sebesar 17,28% menjadi 20,97 miliar lembar saham dari 17,88 miliar lembar saham pada sepekan sebelumnya.

Peningkatan ikut terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa, yaitu sebesar 6,86% menjadi 1.145.216 kali transaksi dari 1.071.730 kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Rata-rata nilai transaksi harian Bursa lalu meningkat sebesar 5,72% menjadi Rp10,97 triliun dari Rp10,37 triliun pada pekan sebelumnya.

Adapun saham-saham yang menjadi pendongkrak IHSG selama sepekan, diantaranya, PT Widiant Jaya Krenindo Tbk. (WIDI) menjadi saham dengan kenaikan tertinggi selama sepekan dengan 46,15% atau 84 poin ke Rp 266 per saham.
Kemudian disusul PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI) yang naik 37,08% atau 33 poin ke level Rp 122 per saham.

Selanjutnya, ada saham emiten bank yang diisukan merger yaitu PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU) dengan kenaikan 27,27% atau 150 poin ke level Rp 700 per saham. PT Digital Mediatama Maxima Tbk. (DMMX) yang naik 25,42% atau 60 poin ke level Rp 296 per saham. Terakhir ada PT Medco Energi International Tbk. (MEDC) 22,86% atau 240 poin ke level Rp 1.290 per saham.

Sementara emiten pemberat IHSG yang masuk ke jajaran top losers selama sepekan kemarin diantaranya, PT Idea Indonesia Akademi Tbk. (IDEA) yang anjlok 25,76% atau 17 poin ke level Rp 49 per saham. Di susul PT Mitra Pack Tbk. (PTMP) yang terjun 25% atau 44 poin ke level Rp 132 per iasaham.

Kemudian PT Multisarana Intan Eduka Tbk. (MSIE) yang anjlok 16,36% atau 9 poin ke Rp 46 per saham. Selanjutnya, PT Temas Tbk. (TMAS) yang turun 15,10% atau 29 poin ke level Rp 163 per saham. Terakhir PT Sarana Mitra Luas Tbk. (SMIL) yang turun 13,94% atau 23 poin ke level Rp 142 per saham.

Bursa Asia Dibuka Bergairah

Bursa Asia-Pasifik dibuka cerah pada perdagangan Senin (4/9/2023), di tengah minimnya sentimen pasar di kawasan tersebut pada hari ini, meski pada pekan ini data ekonomi cukup ramai.

Per pukul 08:30 WIB, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,42%, Hang Seng Hong Kong melejit 1,63%, Shanghai Composite China bertambah 0,61%, Straits Times Singapura meningkat 0,3%, KOSPI Korea Selatan naik 0,1%, dan ASX 200 Australia terapresiasi 0,55%.

Pada hari ini, sentimen pasar di Asia-Pasifik cenderung minim. Namun di pekan ini, beberapa data ekonomi akan menjadi perhatian pasar, terutama data Purchasing Manager’s Index (PMI) jasa atau komposite di beberapa negara.

Di China, akan diumumkan PMI jasa periode untuk Agustus pada Selasa pekan ini. China versi Caixin akan mengumumkan data Composite PMI yang mencakup aktivitas manufaktur dan jasa untuk Agustus. Selain itu, China juga akan merilis data perdagangan pada pekan ini.
Kemudian, di Australia, ada keputusan suku bunga bank sentral (Reserve Bank of Australia/RBA), data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2023, PMI jasa Judo Bank, dan data perdagangan.
Sementara di Jepang, data PMI composite versi Jibun Bank dan data final pertumbuhan ekonomi kuartal II-2023 juga akan dirilis pada pekan ini.


Di lain sisi, bursa Asia-Pasifik yang kembali cerah terjadi di tengah menguatnya mayoritas bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street pada akhir pekan lalu.
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat 0,33%, sedangkan S&P; 500 naik 0,18%. Namun, indeks Nasdaq Composite turun tipis 0,02%.

Mayoritas indeks pada Jumat pekan lalu menguat setelah data tenaga kerja AS jauh lebih buruk.
Seperti diketahui, pada Jumat pekan lalu, AS merilis sejumlah data penting mulai dari tingkat pengangguran pada Agustus serta data penggajian non-pertanian (non-farm payrolls/NFP) Agustus 2023.
Pengangguran AS secara mengejutkan melesat menjadi 3,8% pada Agustus. Angka ini jauh di atas ekspektasi pasar yakni 3,5% ataupun pada Juli yang tercatat 3,5%.

Namun, penciptaan lapangan kerja NFP naik menjadi 187.000 pada Agustus. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan 157.000 pada Juli ataupun ekspektasi pasar (170.000).
Lonjakan angka pengangguran tersebut menimbulkan optimisme pelaku pasar jika bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) akan segera melunak.

The Fed akan menggelar pertemuan pada 19-20 September ini. Perangkat CME Fedwatch menunjukkan 94% investor yakin The Fed akan menahan suku bunga acuan di 5,25%-5,5% dalam pertemuan September. Sebanyak 6% memperkirakan The Fed masih akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. (Red 01)