Merdeka belajar dalam kurikulum merdeka menekankan aspek kebebasan pendidik untuk memilih metode, fasilitas, media dan lain sebagainya untuk meyampaikan materi pembelajaran.
Demikian halnya bagi peserta didik, konsep merdeka belajar salat satunya bertujuan agar peserta didik memperoleh pembelajaran yang menyenangkan serta terbebas dari hal yang membelenggu yang menyebabkan peserta didik ingin lari dari kelasnya.
Merdeka belajar bagi peserta didik juga berarti peserta didik dapat mengoptimalkan bakat dan minatnya. Sebenarnya, gagasan merdeka belajar telah lama digagas oleh tokoh pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara melalui pendidikan ‘taman siswa’ yang didirikannya pada tahun 1922.
Konsep yang dibangun Ki Hajar Dewantara ini tidak ada batas atau jarak antara dunia pendidikan di dalam kelas dengan realitas luarnya. Maksudnya sebaiknya sekolah tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga kemampuan lainnya.
Ki Hadjar Dewantara juga mengajarkan pendidikan bersifat memerdekakan manusia. Maksudnya dengan pendidikan, manusia diajarkan untuk memiliki otonomi berpikir dalam mengambil keputusan bermartabat serta memiliki mentalitas demokratik.
1. Penggunaan Metode yang Berbariasi
Terkait hal tersebut, ada beberapa hal yang dapat dilakukan seorang guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan tanpa harus kehilangan esensi belajarnya.
2. Penggunaan Metode Yang Bervariasi
Penggunaan metode yang monoton akan menyebabkan peserta didik merasa jenuh dalam belajar. Untuk mengatasi hal ini, guru dapat menggunakan metode yang bervariasi dan mengutamakan metode pembelajaran berbasis permainan.
Banyak sekali metode yang menarik yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran seperti index Card Match, Card Short dan lain sebagainya. Juga dapat diterapkan juga metode pembelajaran berbasis game (permainan), seperti role playing (bermain peran) dan lain sebagainya.
Intinya dalam penerapan metode-metode ini siswa terbawa suasana yang menyenangkan dan mengasikkan sehingga sampai tidak terasa bahwa dirinya sedang belajar.
2. Mengenalkan Realitas kepada Peserta Didik
- Mengenalkan realitas diperluan agar peserta didik tidak menemui kesenjangan dengan realitas yang dihadapinya. Sama dengan halnya karya wisata, metode ini mengenalkan dunia sesungguhnya dalam lingkup pembelajarannya.
Teknisnya model pembelajaran ini dapat dilaksanakan dengan mengamati makhluk hidup, tumbuhan atau hal lainnya yang sesuai dengan materi pembelajaran
3. Menghadirkan ‘Taman’ Nyata Bagi Siswa
Sekolah taman siswa yang di gagas Ki Hajar Dewantara ini juga merupakan konsep pembelajaran yang menyenangkan. Istilah ‘taman’ yang dipakai sebagai nama sekolah yang didirikannya itu merujuk pada sesuatu yang indah dan menyenangkan.
Dengan kata lain, bagaimana sekolah menjadi taman yang indah dan menyenangkan, sehingga peserta didik merasa betah belajar di sekolah dan bukan hal sebaliknya.
Konsep taman siswa juga dapat dihadirkan melalui ‘taman nyata’ bagi siswa. Artinya sekolah tidak harus melulu di kelas. Kita bisa mengambil lokasi di luar kelas, seperti mengunjungi taman-taman yang indah. Atau bisa juga di alam bebas sembari menikmati keindahan alam di sekitarnya.
Kemudian guna menanamkan karakter peserta didik dapat dilakukan pembiasaan-pembiasaan sebagai berikut:
4. Hafalan Asmaul Husna
Melalui hafalan ini diharapkan tertanam nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Sebagaimana kita ketahui, asmaul husna merupakan nama-nama yang baik bagi Allah dan di dalamnya terkandung nilai-nilai karakter luhur. Dengan Asmaul husna, sejatinya peserta didik diajak untuk merenungi sifat-sifat agung Allah SWT
5. Hafalan Jus Amma
Pembiasaan hafalan jus Amma dapat menanamkan jiwa qur’ani siswa yang juga dapat menanamkan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
- 6. Pembiasaan Infaq Jum’at
Melalui pembiasaan ini, peserta didik diharapkan memiliki karakter peduli terhadap lingkungan sekitarnya dan memiliki empati kepada orang lain yang lemah dan membutuhkan.
- 7. Pembiasaan Shalat Dhuha dan Shalat Berjamaa
- Pembiasaan ini dilakukan dengan tujuan melatih peserta didik untuk menjadi muslim yang taat beribadah, membiasakan shalat berjamaah sekaligus juga secara universal dapat dimaknai sebagai pengejawantahan ketaatan seorang hamba kepada sang pencipta
Demikian beberapa hal tentang konsep pendidikan taman siswa dalam kurikulum merdeka untuk mencapai merdeka dalam belajar dan berkarakter.
Penulis: Nur ‘Aeni Mardiyah, S.Pd.I, Khazim Mahrur, S.Pd.I, dan Umron Rosyadi, S.Pd (Guru MI Kecamatan Majenang Kab. Cilacap Jawa Tengah)












