Semarang – Kepala Desa (kades) adalah pejabat politik di tiingkat desa. Sementara jelang tahun politik kontestasi Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota dalam ajang kompetisi Pilkada Kades atau Lurah dituntut untuk menjaga netralitas di tengah warga masyarakat.
Kades Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang, Maskuri Boy ketika menanggapi jelang tahun politik dirinya tetap bersikap netral meski istrinya duduk sebagai anggota Dewan Kabupaten Semarang.
“Ketika jelang Pemilu Pilpres atau Pileg saya selalu pro aktif mengajak anggota masyarakat untuk datang ke TPS sesuai dengan pilihan hati nuraninya. Intinya jangan Golput” ujar Boy
Ayah dua putri itu menambahkan, dengan ajang pesta Demokrasi warga masyarakat jangan terpecah belah, dengan kedewasaan berdemokrasi Saudara kembali saudara , Tetangga kembali tetangga dan pertemanan tentu tetap kembali terjalin dengan baik.
Boy , pria kelahiran 1974 di benaknya tidak terbersit untuk dirinya menjadi Lurah di tanah kelahirannya (Leyangan). Sebelum menduduki jabatan Lurah, ia telah malang melintang menjadi Pengemudi. Hidup di jalanan telah ia lakoni tidak kurang dari 5-6 tahun. Namun nasib berkata lain.
“Cita cita saya malah jadi Sopir tapi jika duduk menjadi Lurah itu Anugrah atau Bonus dari Allah SWT” ujarnya polos.
Terkait kebijakan Pemerintah tentang perpanjangan masa jabatan, menurut nya justru beban di tengah warga. Karena dengan perpanjangan masa jabatan dikhawatirkan akan mengundang kecemburuan sosial.
Desa Leyangan yang terdapat 18 RW dalam DPT di kisaran 7347 jiwa dengan masyarakatnya tergolong Heterogin itu bukan mudah. Di sini peran Lurah dituntut untuk bersikap netral dan mampu menyerap aspirasi warga masyarakat.
Meski Kades pemegang kebijakan, tapi terkait pembangunan infrastruktur atau yang terkait ADD semua diserahkan oleh perangkat. Hal ini dimungkinkan cermin sikap kehati- hatian Boy sebagai Kades. Meski demikian jika masih ada yang menilai dirinya tidak sejalan dalam menjalankan pemerintahan desa , menurutnya hal yang logis sebagai makluk sosial.
Seperti diketahui, Pilkada Kabupaten Semarang diikuti dua pasangan Calon.
Ngesti Nugraha yang berpasangan Nur Arifah adalah Kades Rembes Kecamatan Bringin dan rivalnya Yarmuji adalah Kades Kalongan Kecamatan Ungaran Timur. (NANO)












