Banda Aceh, Nasionalnews.co.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau vaksinasi COVID-19 di Banda Aceh. Keduanya mengingatkan pemerintah di Aceh agar meningkatkan capaian vaksinasi.
Di Aceh, Panglima dan Kapolri sempat menyapa Forkopimda kabupaten/kota secara virtual. Hadi menanyakan jumlah vaksinasi yang telah dilakukan serta jumlah kesediaan vaksin.
Rombongan Kapolri dan Panglima TNI kemudian menggelar pertemuan tertutup di kompleks Anjong Mon Mata, Banda Aceh. Pertemuan dihadiri Forkopimda Aceh, Forkopimda kabupaten/kota, Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud, Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin, serta sejumlah pihak lainnya.
Panglima mengatakan proses vaksinasi di Kota Banda Aceh saat ini sudah mencapai 82%. Namun di kabupaten/kota angkanya masih berkisar 31,2 persen. Hadi berharap Pemerintah Aceh dapat menggenjot capaian vaksinasi.
“Sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden bahwa kita di bulan November ini harus sudah mencapai target 50% dan di bulan Desember sudah 70% sehingga herd immunity kekebalan komunal bisa tercapai,” kata Panglima Hadi.
Panglima Hadi mengingatkan semua pihak tetap patuh menjalankan protokol kesehatan pencegahan virus Corona. Dia juga meminta Dinas Kesehatan meningkatkan testing dan tracing untuk mencegah penularan.
“Hari ini memang kasus konfirmasi juga sudah turun karena testing-nya sudah 92% dilaksanakan namun catatannya adalah 92% itu adalah dilakukan untuk skrining bagi masyarakat yang akan melaksanakan bepergian. Sedangkan untuk suspek sendiri testing-nya juga masih kurang sehingga ini saya ingatkan kepada Dinkes untuk sama-sama mari kita laksanakan testing dengan baik,” jelas Panglima Hadi.
Sementara Kapolri Jenderal Sigit mengatakan capaian vaksinasi di Aceh masih di bawah rata-rata nasional 50%. Dia menyebut, rata-rata vaksinasi di Tanah Rencong masih sekitar 31%.
“Baru saja saya bersama bapak Panglima menggelar pertemuan untuk berdiskusi terkait dengan bagaimana kita bisa meningkatkan akselerasi peningkatan vaksinasi di wilayah Aceh,” pungkas Kapolri Sigit. (Red 01)












