Jakarta – Ketua Umum Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) Dr. H. Yasardin, S.H., M.Hum memuji kinerja para jurnalis yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung (Forsimema). Dalam pertemuan hangat di lantai 7 Gedung Mahkamah Agung, Yasardin mengapresiasi penyajian berita yang dinilai berimbang dan tidak hanya fokus pada sisi negatif peradilan.
“Kalau ada hakim yang salah, silakan diberitakan. Tapi yang baik pun harus disuarakan. Jangan hanya kabar buruk yang dipilih, seolah semuanya bobrok,” ujar Yasardin dengan suara tenang namun tegas, Jum’at (11/4/2025).
Menurut Hakim Agung yang menjabat sejak 2017 itu, masih banyak sisi humanis dari para hakim di daerah yang jarang tersorot media. Ia menuturkan kisah para hakim yang harus berjalan kaki menembus hutan untuk menghadiri persidangan, atau bersidang dalam kondisi tanpa listrik dan jaringan internet. “Di balik toga, mereka adalah manusia yang mengabdi,” tambahnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Forsimema Syamsul Bahri dan Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia, S.S. Budi Raharjo. Suasana obrolan berlangsung cair, melampaui batas formalitas, membahas mulai dari perjuangan hakim di wilayah perbatasan hingga pentingnya menjaga marwah lembaga peradilan.
Yasardin juga menegaskan peran strategis IKAHI dalam mendukung visi Mahkamah Agung. “IKAHI bukan hanya organisasi formal, tapi wadah kebersamaan. Di dalamnya ada perjuangan untuk kesejahteraan, pembinaan integritas, dan menjaga kekompakan antar hakim,” ujarnya.
Memasuki usia ke-72 tahun, IKAHI mengusung tema “Hakim Berintegritas, Peradilan Berkualitas”. Rangkaian perayaannya tidak hanya seremonial, melainkan juga penuh makna. Mulai dari seminar nasional bertajuk Urgensi Undang-Undang Contempt of Court, ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata, hingga anjangsana ke para sesepuh IKAHI.
“Menjaga kekompakan membuat IKAHI semakin kuat. Menjaga kepedulian, agar sesama warga peradilan saling mengingatkan, menjaga nama baik lembaga, dan terus menegakkan profesionalitas,” pungkas Yasardin.
Dengan semangat yang tetap menyala, IKAHI terus berkomitmen menjadi pelita peradilan. Menjadi penjaga integritas, dan memastikan bahwa hukum tetap menjadi tempat berpulang terakhir bagi keadilan. (Ramdhani)












