Bekasi – Mantan Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH As’ad Said Ali, mengenang perjalanan umrah yang telah ia jalani sejak pertama kali pada tahun 1982. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa umrah terakhir bersama keluarganya dilakukan pada April 2021.
KH As’ad pertama kali menjalani umrah pada 1982 saat bertugas di Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN). Saat itu, ia mengawal atasannya dalam kunjungan dinas ke Arab Saudi. Selama bertugas di Jeddah pada 1982–1986, ia rutin menjalani umrah hingga dua kali seminggu karena jarak Jeddah ke Mekkah hanya sekitar 60 km.
Setelah pindah tugas ke Riyadh pada 1986, intensitas umrahnya menjadi sekitar sekali sebulan karena jaraknya yang lebih jauh, sekitar 900 km. Kemudian, ketika bertugas di Damaskus pada 1987–1991, ia masih menyempatkan umrah rata-rata tiga bulan sekali. Umumnya, perjalanan dilakukan dengan mobil menuju Madinah, Jeddah, atau Mekkah, sementara perjalanan udara hanya dilakukan dalam beberapa kesempatan saat mengantar pejabat Badan Intelijen Negara (BIN).
KH As’ad pun mengungkapkan betapa nikmatnya hidup di lokasi yang dekat dengan tempat suci. “Saudara-saudaraku bisa membayangkan, bagaimana nikmatnya hidup atau tinggal di lokasi yang tidak jauh dari tempat suci… Masya Allah,” tuturnya.27/4/25.
Kenangan perjalanan spiritualnya ini menginspirasi banyak orang dan menunjukkan kedekatannya dengan Tanah Suci selama bertahun-tahun. (Red 01)












