Berita  

KH.As’ad Said Ali Layak Memimpin PBNU

Jakarta, Nasionalnews.co.id-Jelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 34  yang akan berlangsung di Lampung, nama As’ad Said Ali yang dikabarkan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU mendatang, disebut-sebut layak untuk memimpin PBNU.

Sejumlah kader PKPNU di Kota Makassar pun kini membincangkannya. Salah satunya datang dari Koordinator PKPNU Kota Makassar Usman Sofian yang menilai jika sosok mantan Wakil Ketua Badan Intelijen Negara (BIN) ini, sangat layak memimpin PBNU.

Terlebih lagi, Asad Said Ali pernah menjadi wakil ketua Umum PBNU pada 2010-2015. Usman Sofian yang juga merupakan Sekretaris Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Makassar mengatakan kiprah nyata Asad Said Ali tidak lagi diragukan. “Salah satunya adalah program pengkaderan NU sejak 10 tahun terakhir ini dilakukan tanpa gembar-gembor dan tanpa publikasi,” ungkapnya, Kamis 16 Desember 2021. 

Karena itulah, mantan petinggi BiN ini menurutnya sangat tepat membawa NU dalam konteks suasana nasional dan internasional yang penuh was-was akan radikalisme beragama yang mengancam. 

 

Sebelumnya, Ulama senior Nahdlatul Ulama (NU), Prof. Dr. KH. Malik Madani mengungkapkan figur Waketum PBNU (2010-2015) Dr.H.As’ad Said Ali. “Saya berharap beliau berkenan, karena itu alangkah bahagianya warga NU,” terangnya.

Dia mengungkapkan sejumlah kelebihan yang dimiliki As’ad Said Ali saat menjadi Waketum PBNU, karena dirinya sudah lama mengenal sepak terjangnya, sejak sebelum menjabat Katib Aam PBNU (2010-2015).

Apalagi, sejumlah program kerja dan rintisan dibuat oleh Asad Said Ali sangat cemerlang dan hingga kini masih berlangsung. “Insya Allah, dia membawa barokah bagi NU antara lain adalah Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang dirasakan manfaatnya oleh Nahdliyin di seantero negeri. Pak Asad yang lebih banyak membiayai dengan menggunakan uang pribadinya,” jelasnya lagi.

Saat ini PBNU mengumumkan Muktamar ke-34 akan digelar pada 23-25 Desember 2021. Hal ini disepakati setelah digelarnya Konferensi Besar (Konbes NU). Dua mengemuka untuk peridode berikut, yakni Ketum PBNU sekarang, KH Said Aqil Siroj, dan Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf. (Red 01)