Jakarta – Wakil Kepala BIN (Badan Intelijen Negara) periode lalu, KH As’ad Said Ali, menegaskan kembali pentingnya momentum 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Dalam refleksinya, ia mengingatkan bahwa pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno membacakan rumusan awal Pancasila dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Sejak saat itu, tanggal tersebut diperingati sebagai tonggak sejarah lahirnya dasar negara Indonesia.
KH As’ad mengenang masa-masa ketika dirinya masih duduk di bangku sekolah hingga menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat itu, peringatan Hari Lahir Pancasila dijadikan momen penting untuk menanamkan semangat kebangsaan di kalangan pemuda, apalagi ketika Indonesia menghadapi tantangan besar seperti pemberontakan dalam negeri dan upaya pendudukan Belanda di Irian Barat.
“Terbukti, Pancasila menjadi nilai pemersatu bangsa Indonesia,” ungkapnya. Ia menyebut sejumlah peristiwa penting seperti pemberontakan PRRI, Permesta, DI/TII, hingga tragedi G30S/PKI yang berhasil dihadapi bangsa Indonesia dengan semangat proklamasi 1945 dan kekuatan ideologis Pancasila.
KH As’ad menekankan, generasi muda saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa. Ia mengajak para pemuda untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam pembangunan nasional.
“Perjuangan hari ini bukan lagi angkat senjata, melainkan dengan semangat juang yang menyala, komitmen terhadap Pancasila dan UUD 1945, serta cinta tanah air,” ujarnya. 17-6-25.
Menurutnya, ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman juga menjadi modal penting, di samping semangat persatuan yang terus bergelora. Di akhir pesannya, KH As’ad menyerukan agar kaum muda bersiap diri menjadi penerus bangsa yang besar dan bermartabat. (Red 01)












