Mojokerto – Dalam Konggres Pergunu 3 kali ini ada dua rekomendasi utama yang harus dihasilkan dari Kongres III Pergunu. Permintaan ini disampaikan Ketua Umum Pergunu Prof. Dr. KH. Asep Saifudin Chalim saat memberikan sambutan dalam pembukaan Kongres III Pergunu, Jumat 27/5/22, di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.
Pertama, yaitu rekomendasi terkait Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang menghapus ‘madrasah’. Dan, Kiai Asep berencana memberangkatkan semua 34 pengurus wilayah untuk mengawal rekomendasi itu ke DPR RI.
“Tadi Pak Yandri (Ketua Komisi VIII DPR RI) menyatakan telah siap untuk menerima rekomendasi dari Pergunu,” Al-Hamdulillah ucap Kiai Asep.
Sedangkan rekomendasi kedua adalah terkait LGBT. Kiai Asep mengutip pernyataan Wakil Ketua PBNU, KH. Anwar Iskandar (Gus War), yang mengatakan bahwa sapi lebih mulia dari pelaku-pelaku LGBT.
KH Asep menambahkan. Kalau seandainya PBNU tidak bersikap tegas, maka Pergunu yang bersikap tegas.
Kiai Asep juga menyampaikan kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam pembukaan kongres, bahwa Pergunu sudah mempunyai 34 pengurus wilayah (PW) di seluruh Indonesia. Serta 514 pengurus cabang (PC) kabupaten/kota dan 11 ribu pengurus anak cabang (PAC) yang sudah berdiri, dari total 17 ribu PAC dan rencana Pasca Konggres akan membentuk 200 ribu pengurus ranting seluruh Indonesia.
(Red 01)