*Nasional News*
Salatiga – Belakangan ini di kota Salatiga marak aksi penipuan berkedok pemesanan makanan (nasi dos/snac) para pelaku dalam menjalankan aksinya berpura pura memesan sejumlah nasi dos atau dos snack sasarannya segenap katering atau agen kue.
Pelaku tidak segan segan mentransfer sejumlah uang sebagai DP untuk meyakinkan produsen bahwa pelaku bener bener sebagai pemesan. Sebut saja Linda warga Klasman Salatiga nyaris menjadi korban penipuan. Pasalnya pelaku yang mengaku dari sebuah instansi TNI memesan 250 dos snack untuk sebuah acara di Suruh tapi atas kepekaan Linda akhirnya pemesanan di batalkan
“Ketika itu ada seseorang yang mengku Ichsan dari instansi memesan 250 dos snack dengan isi kue dan harga yang telah di sepakati tapi menjelang hari H pengiriman, pemesan menghubungi ada tambahan diluar kesepakatan. Ironisnya jenis menu (susu) sebagai tambahan yang dimaksut tidak ada di pasaran dan pemesan menyarankan hubungi Suplayer jenis yang dimaksut , seperti ada kejanggalan maka saya batalkan” ujar Linda
Meski demikian Linda mengakui dirinya telah menerima dua kali transfer dengan dua pelaku yang berbeda. Yang pertama mengaku Ihksan 300 ribu dan kedua Yulia 200 ribu
Nasib yang sama juga dirasakan oleh Katering rumahan. Pemilik Awan Kitchen, Dwi Wahyu Astuti warga Randuacir Salatiga. Awalnya ia dihubungi melalui Wush app yang mengaku Bayu menanyakan kebenaran apakah benar ini Katering , sontak di jawab benar oleh Dwi
“Awalnya saya menerima WhastApp ketika saya konfirmasi dia mengirim SPK dengan menggunakan kop dinas Pangan dan Pertanian. Kota Salatiga” ujar Dwi seperti di kutip dari sebuah media
Lanjut Dwi, SPK tersebut mengatasnamakan dari Dinas Pangan dan Pertanian kota Salatiga dengan isi pesanan disebutkan 90 nasi kotak dengan harga 60 ribu/kotak jika ditotal 54 juta rupiah. Dalam SPK itu yang di tandatangi oleh kepala Dinas Heni Mulyani.
Namun dibenak Dwi muncul kejanggalan atas SPK tersebut, maka Dwi mencoba menghubungi rekan nya yang bekerja di Pemkot Salatiga. Alhasil Dwi diberi masukan bahwa SPK itu palsu.
Dengan maraknya modus penipuan berkedok pemesananan, maka masyarakat khusus nya bagi para usaha rumahan yang bergerak dibidang Boga di mohon untuk waspada (NANO)












