Kudus – KH. As’ad Said Ali berkunjung ke makam Bapak H Nor Said bin Ali dan Kakek mbah Ali bin Nuh bin Usman bin Marzuki dan seterusnya. Menurutnya hampir seluruh keluarga Mbah Ali bin Nuh dimakamkan disini, desa Klaling, Jekulo, Kudus.
“Setiap tahun saya perlukan untuk mendoakan mereka dan mengenang perjuangannya mendidik kerurunannya yang sebagian besar berhasil,” jelas mantan Waka-BIN tersebut kepada awak media melalui keterangan tertulis, Senin, 24/4/23.
Menurutnya, Penghormatan terhadap leluhur merupakan nilai luhur budaya bangsa yang menjadi salah satu elemen penting perekat persaudaraan – kebangsaan. Khususnya mbah Ali yang bagi keluarga kami merupakan kebanggaan,
selain pribumi yang sukses dalam bisnis khususnya industri gula jawa / gula merah, juga seorang pejuang dimana pada tahun 1917 memimpin aksi pemogokan para pemilik sapi / kerbau untuk mengangkut tebu
milik Belanda dari sawah ke jaringan rel tebu untuk selanjutnya diangkut ke pabrik gula RENDENG. Belanda akhirnya menenuhi panggilan tersebut. (Red 01)












