Jakarta, Nasionalnews co.id- Lebaran adalah nama lain dari hari raya umat Islam, Kalimat ini sudah terbiasa digunakan dalam Islam ketika umat muslim Indonesia telah menyelesaikan kewajiban berpuasa, Lebaran dalam Islam yaitu Setelah melakukan kewajiban berpuasa dalam bulan Ramadhan, kaum muslim Indonesia lebih familier dengan kalimat Lebaran dalam merayakan Hari Kemenangan.
“Tadi sore bersilaturahim ke kediaman Pak Prof Hendro Priyono dan ibu, dalam rangka lebaran dan sekali gus ikut gembira atas kesembuhan beliau dari sakit terkena demam berdarah. Obrolan hanya sekitar penyakit demam berdarah yang ditularkan oleh jenis nyamuk Aedes Aegypti dan disertai senda gurau,” kata KH.As’ad Said Ali yang merupakan mantan Waka-BIN, di era pemerintahan Presiden Gus Dur, Megawati dan SBY. Sabtu, 7/5/22.
Ia melanjutkan. Belum lama rumah dan pekarangan beliau disemprot obat pembasmi nyamuk. Tetapi ternyata masih ada nyamuk yang lolos dan menyengat beliau, sehingga harus dibawa ke RSPAD.
Untung dokter ahli demam berdarah cepat menangani sehingga selamat. Kalau misalnya dokter salah menditeksi, akibatnya bisa fatal.
Masih dalam suasana lebaran, sehingga obrolan tidak terasa diwarnai soal nilai nilai agama terutama betapa besarnya kuasa Allah swt. Jendral bintang 4, Prof Intel pertama Indonesia, mantan Ka-BIN tidak berkutik menghadapi seekor nyamuk. Pada hal sudah ada insting dan deteksi kehadiran nyamuk beserta langkah antisipasinya dengan melakukan penyemprotan. Betapa lemahnya manusia dihadapan Allah swt.
“Dalam dunia intelijen ada “pelajaran”, betapapun hinanya suatu makhluk atau seseorang, tetap mempunyai nilai yang harus dihargai dan tidak boleh disepelekan. Lawan berusaha memberikan kesan seolah dia tidak berbahaya dengan menggunakan cover atau penyamaran sedemikian rupa,” jelasnya.
As’ad juga menyebutkan bahwa di dalam kitab suci Al Quran soal intelijen ini diceritakan dalam surat An Naml ( semut ). Definisi intelijen dijelaskan disitu dan bagaimana penggunaan intelejen ( sebagai info ) juga dijelaskan. Tentara dan intel Nabi Sulaeman as , bukan hanya dari jin dan manusia, tetapi juga dari hewan termasuk semut ( tamsil masy biasa atau rakyat ) dan burung, Dan intelijennya adalah burung hud hud, burung yang cakep, cerdas dan lincah pindah dari suatu tempat ke tempat lain serta bersahaja alias tidak suka menyombongkan diri.
Menurutnya, Intelijen bukanlah “ tajassus “ atau mempergunjingkan orang lain yang dilarang oleh agama. Intellijen adalah “Istikhbarat” atau “Nabaun Yaqinun” suatu Informasi yang soheh tentang kemampuan dan kelemahan lawan. Intelijen berfungsi untuk menjaga negara dari segenap ancaman dari dalam dan luar negeri. Inilah pelajaran penting dari nyamuk dan semut. (Red 01)












