Depok, Nasionalnews.co.id – Perayaan Idul Adha 2021 dan pemotongan hewan kurban di Masjid Jami Nurul Islam, Jl. Rokan, RW 5, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya Depok Timur menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat mengikuti aturan pemerintah.
“Untuk shalat Idul Adha, kita sepakat antara RW dan DKM tidak kita adakan. Kepada jemaah kita imbau untuk memgadakan shalat di rumah masing-masing,” ujar Andy selaku ketua panitia Idul Adha di halaman Masjid Jami Nurul Islam, tempat berlangsung nya kegiatan pemotongan hewan kurban. Rabu, 21/7/2021.
Untuk pemotongan hewan kurban sendiri diri nya menyampaikan, “rencana kita memang di hari H di tanggal 20 Juli, tapi karena berdasarkan surat edaran Walikota, kita harus potong di Pemotongan Hewan Ruminansia (RPH-R) berhubung hewan kurban kita cukup banyak, jadi kita mengajukan di hari Tasyrik hari pertama.” jelas nya
Sementara itu Andy juga menjelaskan, sebelum melaksanakan pemotongan hewan kurban, seluruh tim jagal atau petugas penyembelihan mengikuti pemeriksaan swab test.
“Untuk tim jagal, kita juga melakukan swab test untuk memastikan orang luar yang kita undang itu status nya negatif, mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker dan sarung tangan.” jelas nya
mengenai pembagian hewan kurban kepada warga di tengah pandemi Covid-19, Masjid Jami Nurul Islam menyiasati dengan mekanisme pembagian per tiap RT. hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan.
“Jadi nanti kita bagikan ke setiap pengurus RT, dan mereka yang akan mengantarkan ke rumah masing-masing warga nya.” jelas Andy.
Dirinya menjelaskan, ada 12 ekor sapi dan 15 ekor kambing yang di kurbankan di perayaan Idul Adha tahun ini.
Di lokasi yang sama, Joko Sudirjo selaku ketua Rukun Warga (RW) setempat menjelaskan mengenai kegiatan pemotongan hewan kurban sebelum nya telah melalui kesepakatan bersama mengacu kepada Surat Edaran (SE) Walikota Nomor 443/371-Huk/DKP3 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Non Alam Coronavirus Disease (Covid-19) di Kota Depok.
“Sebagai ketua lingkungan, saya mengajak bicara panitia, DKM, dan sesepu untuk bagaimana mendapat jalan keluar nya. setelah itu saya sowan ke kecamatan dan Camat membolehkan untuk dilaksanakan pada tanggal 21 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.” ujar nya.
Dipantau awak media, kegiatan pemotongan hewan kurban berjalan lancar tanpa menimbulkan kerumunan dengan di bantu petugas keamanan dari Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdarkamtimbmas) Polsek Sukmajaya dan warga lingkungan setempat.
Sperti yang disampaikan Joko, ” Ini adalah bentuk kerjasama warga lingkungan RW 5 dan Pokdarkamtibmas Polsek Sukmajaya.” tutupnya. (Clevy/NN)












