Berita  

Pesta Pernikahan Putra Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim M.Ag

Jakarta – Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim M.Ag melaksanaka pesta pernikahan putranya, Apl. M Dzul Azmi Al- Mutawakkil A.S.Farm dengan Siti Hanruyanti.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar parawansa, Ketua Majlis Ulama Indonesia, Jawa Timur, Bupati Mojokerto, Dandim Mojokerto, dan banyak pejabat lainya. Hadir pula para wali santri anatul Ummah, para undangan dan masyarakat umum.

Acara dibuka dengan bacaan Al-fateha dan lantunan ayat suci Al-Qur’an. Kemudian dilanjutkan Ahad nikah putra Kiai Asep Saifuddin, Apl. M Dzul Azmi Al- Mutawakkil A.S.Farm dengan Siti Hanruyanti.

Dalam kesempatan tersebut seorang syeh menyampaikan tausiahnya,  bahwa manusia harus melakukan pernikahan untuk melangsungkan kehidupan generasi yang akan datang.

Jika sudah menikah maka mereka yang berkeluarga akan bersama melakukan ibadah bersama- sama dan itu lebih sempurna dari pada yang belum menikah.

Nabi Muhammad SAW  mengatakan siapa diantara kalian yang sudah cukup usia dan sudah mampu secara ekonomi harus segera menikah agar terhindar dari dosa.

Dalam membangun rumah tangga pasangan rumah tangga mesti saling pengertian agar bisa membangun keluarga yang sakinah mawadah warohmah.

Ia berharap pernikahan ini menjadi penuh keberkahan. Tidak boleh diantara kedua mempelai dalam membangun rumah tangga banyak menuntut karena akan menimbulkan persoalan rumah tangga yang akan berujung perceraian. 

Hadir pula dalam pesta pernikahan tersebut penceramah kondang Gus Miftah. Dalam tausiahnya, Ia menyampaikan,  “jangan mencari wanita Sholeh tapi bagaimana caranya bisa membuat wanita menjadi Sholeh,” tuturnya.

“Kalau sudah menjadi pasangan suami istri harus banyak saling mengalah, seperti tanah yang selalu mengalah dan rendah hati, ” kata Gus Miftah, Jum’at, 11/11/22, di pondok pesantren Amantul Ummah Surabaya.

Menurut Gus Miftah semua aktivitas suami istri menjadi bernilai ibadah dan disitulah enaknya ketika sudah berkeluarga.

Gus Miftah melanjutkan, bahwa laki- laki itu sebagai imam dalam rumah tangga dan wanita sebagai Makmun. Dan hal ini perlu dipahami oleh suami istri.

Dalam akhir tausiahnya Gus Miftah berpesan agar Jangan milih pasangan yang sempurna tapi cintailah pasangan dengan sempurna. (Red 01)