Ambarawa – Paguyuban Pedagang Sub (PPS) Pasar Projo Ambarawa kabupaten Semarang menggelar budaya Seni tradisional. Acara yang berlangsung Minggu (21/8) di pelataran Pasar berlangsung cukup meriah.
Bidianto atau lebih akrab disapa mbah Gondrong selaku ketua panitia kegiatan ketika di konfirmasi awak media ,
dirinya mengatakan , kegiatan ini atas inisiatif para pedagang dan pengurus Paguyuban.
“Mestinya tahun kemarin diselenggarakan namun karena masa pandemi Covid , maka baru tahun ini di selenggarakan” ujarnya.
Mbah Gondrong menambahkan , pelaksanaan ini dapat terselenggara atas kebersamaan para pedagang secara swadaya murni.
“Saya berharap para pedagang jangan pindah dulu dari area sini sebelum ada kejelasan dari Pemerintah terkait area sub pasar Projo akan dijadikan taman” tandas mbah Gondrong
Karena , imbuh mbah Gondrong , kami selama ini menjalin “guyub rukun” antar Pedagang juga saling mengayomi sejak Ormas PPS pasar Projo di bentuk tiga tahun lalu.
Seperti disinyalir Pemda Kabupaten Semarang telah memunculkan wacana area sub pasar Projo Ambarawa akan dijadikan area Taman kota. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada kejelasan.
Acara yang berlangsung pukul 12:30 diawali pagelaran Reog dari Kebondowo Banyubiru disusul tari Gedrug dari Bedono dilanjutkan sendra Tari. Hadir dalam acara itu Kapolsek Ambarawa , Kepala pasar Projo serta segenap pengurus Paguyuban. (NANO)












