Jakarta – Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) KH As’ad Said Ali mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah melantik kabinetnya yang terdiri dari 53 menteri dan kepala badan. Sejumlah nama yang pernah berkiprah dalam pemerintahan sebelumnya turut mengisi posisi strategis, di antaranya Yusril Ihza Mahendra, Budi Gunawan, Tito Karnavian, Sri Mulyani Indrawati, Airlangga Hartarto, Bambang Brodjonegoro, Pratikno, Zulkifli Hasan, Safri Samsuddin, dan Muhaimin Iskandar.
Jumlah anggota kabinet ini relatif lebih besar dibandingkan kabinet sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi aspirasi dari partai-partai pendukung Prabowo. Dengan melibatkan perwakilan dari seluruh partai koalisi, pemerintahan Prabowo diharapkan memiliki dukungan publik yang luas dan kekuatan politik yang solid di DPR, DPD, dan MPR.
“Dengan dukungan politik yang kuat di DPR/MPR dan kepercayaan publik yang luas, Presiden Prabowo diharapkan mampu menjalankan kabinetnya dengan penuh optimisme. Hal ini menjadi modal besar dalam melaksanakan kebijakan ekonomi, sosial-budaya, serta politik-keamanan yang sudah direncanakan,” ujar As’ad Said Ali. 15/11/24.
Meski demikian, As’ad juga mencatat adanya tantangan berupa sentimen negatif terhadap beberapa menteri yang berasal dari kabinet sebelumnya. Oleh karena itu, penting bagi Presiden Prabowo untuk terus meyakinkan publik bahwa pemerintahannya tetap berkomitmen pada visi-misi yang selama ini disuarakan, sebagaimana tercantum dalam bukunya “Paradoks Indonesia.” Jika Prabowo konsisten, As’ad yakin pemerintahan ini akan mampu membawa Indonesia menuju “Indonesia Emas” pada 2045. (Red 01)












