Depok, Nasionalnews.co.id – Dalam penanganan covid-19 PSI Kota Depok menilai, penanganan Pemerintah Kota Depok terhadap pasien tanpa gejala yang mampu menularkan virus ke orang lain sangat memprihatinkan.
Wakil Ketua DPD PSI Kota Depok, Icuk Pramana Putra menilai, minimnya fasilitas kesehatan (Faskes) ruang isolasi untuk OTG (Orang Tanpa Gejala) menyebabkan jumlah sebaran warga yang tertular makin tidak terkontrol.
“Terutama di kecamatan dengan jumlah penduduk padat, rentan sekali pasien OTG ini kesulitan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, sementara dalam satu rumah ada yang ditinggali lebih dari satu kepala keluarga dengan ruangan yang tidak memadai untuk melakukan Isolasi mandiri.” ujar nya
Menurut nya, Pemerintah Kota Depok untuk penggunaan dana covid-19, kegiatan yang dilakukan sifatnya hanya penyemprotan desinfektan, penyuluhan, razia keramaian, dan bantuan sosial yang juga tidak kalah “semrawut”.
“Seharusnya dalam waktu lebih dari satu tahun, Pemkot mampu membangun fasilitas penunjang bagi para pasien covid-19.” ujar Icuk lewat pesan digital yang diterima redaksi Nasionalnews.co.id.
Dikatakan nya, saat ini hanya Rumah Sakit Wisma Makara UI dan Pusat Studi Jepang UI yang menjadi tempat isolasi yang hanya mampu melayani 10% dari jumlah penderita.
“Saat ini 718 per tanggal 22 Juni 2021 sementara jumlah ODP yang belum bisa dipastikan karena lemahnya tracing data oleh Pemkot Depok.” beber nya
Lanjut nya, “Ironis sekali dengan jumlah pengalaman dan banyaknya pasien Covid-19, tidak menjadi pelajaran bagi Pemkot Depok untuk penanganan pandemi.” sebut nya
Dirinya juga menyampaikan, dengan peningkatan jumlah pasien, Pemkot Depok tidak melakukan tindakan nyata dalam pencegahan penularan covid-19.
“Kami DPD PSI Kota Depok tidak akan bosan mengkritik dan memberi saran kepada Pemkot Depok terkait kebijakan yang mereka ambil, kami tidak akan menyerah kepada nasib buruk warga dan kota ini, karena mendapatkan pemimpin yang tidak mampu memberikan solusi dari setiap masalah yang muncul.” tegas Icuk.
Diri nya menilai, harus nya Pemkot Depok menyiapkan pusat penanganan isolasi atau pun perawatan pasien OTG maupun dengan gejala ringan dapat diisolasi segera dan dirawat sehingga penyebaran dapat terus dikendalikan.
“Kami melihat Wali Kota dan Wakil nya saat ini menjadi simbol kebobrokan manajemen Pemkot Depok dalam penanganan covid-19, dan kami harap menjadi pelajaran bagi kami generasi muda untuk menempatkan orang yang tepat dalam menjalankan tugas pemerintahan.” Pungkas nya. (CP/NN)












