Depok, Nasionalnews.co.id – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok Menolak pencabutan WiFi yang dilakukan oleh Pemkot Depok dengan Syarat kepada Rukun Warga (RW)
Menyoroti surat edaran pencabutan WiFi pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sudah terpasang khusus nya di sejumlah RW di Kota Depok, dan juga melihat perkembangan penanganan covid-19, PSI Kota Depok, PSI menolak pencabutan WiFi yang dilakukan 30 Juni 2019 lalu.
“Walaupun dalam teknis pemasangan, PSI melihat masih ada titik-titik yang belum maksimal dan tidak tepat sasaran, namun PSI berharap pengadaan WiFi gratis tetap dapat berjalan karena melihat kasus covid yang belum berhenti malah semakin buruk.” tulis Icuk dalam keterangan tertulis nya.
“Pencabutan WiFi ini menunjukkan pemerintah kota tidak berpihak kepada warganya”, ujar Wakil Ketua DPD PSI Kota Depok, Icuk Pramana Putra.
Mengingat akses pendidikan tahun ajaran baru akan dilaksanakan dengan pembatasan jumlah murid yang belum bisa 100% dilakukan dengan tatap muka, DPD PSI menilai hal ini harus menjadi perhatian Dinas Kominfo dan Dinas Pendidikan.
“Kami tidak berharap banyak kepada walikota dan wakil walikota, kami berharap kepada ASN Kota Depok yang melakukan pelayanan demi kemanusiaan dan penyelamatan pendidikan generasi penerus ditangan Bapak Ibu sebagai aparatur sipil negara yang bekerja dan di sumpah untuk melakukan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan kepentingan Negara” ujar nya
Menurut nya, “Belum pulihnya ekonomi warga akibat dampak covid dan PPKM darurat yang harus ditempuh pemerintah pusat untuk memutus rantai penyebaran, janganlah lagi beban warga Kota Depok ditambah.
Kemunduran Kota ini nyata, dapat dilihat dari statement dan keputusan – keputusan yang di ambil pemerintah Kota Depok.
Diri nya menilai, Kritikan dan saran warga Kota Depok seperti tidak dihiraukan Walikota dan Wakilnya,
“Jika memang hasil kerja belum baik akan lebih elok jika Bapak Walikota jangan buat statement yang sering mempermalukan dirinya sendiri karena kami warga kadang malu dengan pernyataan beliau” pungkas Icuk. (CP/NN)












