RAHASIA SUKSES KIAI ASEP YANG PATUT DITIRU, AGAR PESANTREN MAMPU BERKONTRIBUSI MEWUJUDKAN INDONESIA MAJU, ADIL DAN MAKMUR
Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim MS. MA, mengatakan ada sebuah kebanggaan dan kegelisahan tersendiri bagi kita semua kaum muslimin di Indonesia, ketika membaca sebuah sabda Nabi yang berbunyi: Al-islamu ya’lu wala yu’la ‘alaih: Islam senantiasa unggul, dan tidak akan terungguli.
Disatu sisi, sabda Nabi tersebut menjadikan umat Islam terus berpacu untuk semangat, dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Namun, disisi lain, kata-kata itu pula yang meninabobokan umat Islam dalam angan-angan hingga tertidur dan terbang tinggi dalam buaian janji-janji. Yang mana ia telah lupa bahwa sekarang, banyak kemunduran dan kekurangan umat Islam. Dewasa ini, angka kemiskinan di negara Indonesia yang mayoritas orang islam masih tinggi.
Kenyataan ini jauh terbalik dari hadist Al-islamu ya’lu wala yu’la ‘alaih.. tetapi Islam menjadi yu’la ‘alaih. Diungguli oleh yang lain. Maka tak ayal, generasi muslim saat ini hanya melihat kata-kata itu tiada lain sebatas jargon yang jauh panggang dari api.
“Setidaknya, ada tiga komponen penting yaitu orang yang bertanggung jawab dalam mengurusi nasib umat Islam dalam bingkai Negara Kesatuan Ripublik Indonesia,” jelas Kiyai Asep ketika bincang- bincang dengan tim Nasioanalnews belum lama ini di kediaman nya, Pacet, Mojokerto, Jawa-timur.
Pertama ialah pemuda. Negara kita tengah merindukan lahirnya generasi muda yang memiliki integritas dan beraklaqul karimah. Mereka adalah sosok garda depan yang bisa membangun suatu peradaban bangsa yang lebih baik. Perlu diketahui, berhasil tidaknya suatu bangsa, bisa dilihat dari peran dan perilaku dari para pemudanya.
Kedua adalah penguasa. Penguasa dalam hal ini adalah pemimpin bangsa, yakni presiden. Sosok presiden ialah seorang yang harus bisa mengayomi umat. Jika ia tahu permasalahan bangsa, maka harus tergerak untuk menyelesaikannya.
Ketiga, pengusaha. Watak seorang pengusaha atau entrepreneur adalah mereka yang tidak kenal putus asa, tidak malas dan selalu optimis serta terus bergerak dalam pusaran roda dinamika kehidupan. Entah itu dalam keadaan sulit, galau, maupun sedang terpuruk. Sebagai pengusaha sejati harus mampu mengubah segala sesuatu, akan menjadi emas jika tersentuh oleh tangannya.

Dengan demikian, pemuda, penguasa, dan pengusaha harus bisa bersinergi dalam membangun peradaban umat islam agar lebih baik. Terutama dalam memerangi kemiskinan dan kebodohan. Kaum muslim harus bangkit untuk membentuk sebuah peradaban yang lebih cerah dan mampu membawa nama Islam sebagai agama yang mengajarkan kepada umatnya untuk kaya. Baik itu kaya hati, moral, dan akal. Dengan begitu, Hadist Nabi : Al-islamu ya’lu wala yu’la ‘alaih akan menjadi realita.
Menurut Kiai Asep, untuk merealisasikan hadist : Al-islamu ya’lu wala yu’la ‘alaih, maka kaum muslimin harus mengacu pada sumber referensi ajaran Islam yaitu Al, Qur’an.
“Wa man yattaqillaaha yaj’al lahuu makhrojan, Wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasibu,
Wa man yatawakkal’alallaahi fahuwa hasbuhuu,Innallaaha baalighu amrihii,Qad ja’alallaahu likulli syai in qadran” (QS AT-THALAQ: 2-3)
Artinya:
“Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak dia duga.
Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.
Kiai Asep mendefinisikan Takwa itu adalah berusaha keras secara maksimal dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Maka untuk mencapai sukses dunia dan Khirat, rahasianya adalah doa yang sungguh-sungguh dan berusaha secara maksimal
Menurutnya. Doa yang dikabulkan oleh Allah SWT tepat satu jam sebelum sholat Subuh. Kiai Asep biasa menjalankan sholat sunnah qobliyah subuh atau sholat sunnah fajar, agar dapat kesehatan dan limpahan Rizki. Karena Allah membagikan Rizki dari mulai fajar sampai terbit matahari. Kemudian dilengkapi dengan Sholat Dhuha Empat rakaat.
Selain doa, agar sukses mengelola lembaga pesantren, maka pesantren harus memberikan pelayanan yang maksimal sampai memuaskan, sehingga murid di pesantren bisa berkembang semakin banyak.
Setelah memiliki santri yang banyak tentu ini menjadi sekmen pasar tersendiri. maka pesantren perlu dikelola dengan menejemen yang modern. Misalnya sistem makan santri harus dikelola pesantren secara langsung agar makanan yang dimakan para santri bisa steril dari makanan haram yang tidak sehat. Di sisi lain pesantren juga dapat in Come hasil mengelola kebutuhan makan para santri. Dan tentu seharusnya, semua kebutuhan hidup para santri harus dikelola dengan menejemen modern.
Setelah mampu mengelola pasar internal pesantren, maka langkah selanjutnya perlu menggarap pasar di luar pesantren dengan membentuk unit-unit usaha yang memiliki prospek yang bagus.
Dari hasil usaha pasar internal dan pasar external itulah pesantren mendapatkan in come untuk membiayai pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusia di pesantren.
Selain itu, pemahaman Islam wasatihiyah (moderat) harus menjadi pemahaman di semua pesantren agar para santri tidak terbawa oleh pemahaman Islam yang cenderung terlalu ke kanan dan cenderung ke kiri. Dari sinilah kelah Islam Indonesia akan tampil dengan corak Islam yang rahmatan lil Al-Amin.
Hal tersebut di atas bukan hanya teori di diruang hampa, tetapi sudah diimplentasikan sehingga Kiai Asep saat ini sukses sebagai pengasuk Pondok Pesantren dan sukses sebagai seorang entrepreneur.
Siapa yang tidak kenal sosok kiai yang kharismatik dan miliarder sebut saja, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA. Pria kelahiran di plered, Cirebon, Jawa-barat, pada tanggal, 16 Juli 1955. yang memiiliki pasangan hidup bersama sang istri bernama, Nyai Hj. Alif Fadlilah, dan dikarunai 9 buah hati putra-putri. Mereka bernama Muhammad Al Barra yang kini menjadi Wakil Bupati Mojokerto. Kemudian Imadatus Sholihah, Siti Mussiroh, Muhammad Habiburohman, Muhammad IIyas, Zahratu Ramadhan, Muhammad Dzul Azmi Al Mutawakkil Alallah, Siti Juwaariyah dan Muhammad Sayyid Dhuha.
Sosok buah hati, Putra-Putri, kyai Asep di bilang cukup cemerlang dan sukses dalam dunia pendidikan, banyak yang lulusan Universitas Al Azhar Mesir, disamping universitas di Maroko dan perguruan tinggi negeri seperti Unair dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kiai Asep bahkan tidak hanya sukses mendidik dan menyekolahkan putra-putrinya ke lembaga perguruan tinggi bergensi. tapi juga sukses menata distribusi peran putra-putrinya di lingkungan pondok pesantren Amanatul Ummah, terutama dalam pengendalian dan pengembangan pondok pesanteren dan berbagai bisnis nya.
Selain mengembangakan dunia pendidikan Agama islam melalui pondok pesantren dan kampus institut Abdul Chalim ( IKHAC). Kiai Asep juga memiliki bisnis air mineral, dan SPBE, dan 24 kantin dan lain- lain. Kiai Asep adalah sosok Pengusaha sukses diberbagai bidang usaha yang di gelutinya.
Sosok kiai yang mempunyai kepedulian besar terhadap dunia pendidikan, kemiskinan dan kemanusiaan. Ia memiliki ketulusan dalam membangun manusia indonesia. dengan tindakan nyata, meningkatkan mutu pendidikan, membuka lapangan pekerjaan, dan memberikan beasiswa kepada ribuan siswa dan guru honorer, memperkuat kemandirian pesantren, dan merawat demokrasi dan moderasi Islam.
Sebagai bentuk kepedulian sosok kiai Asep yang begitu peka dan kepedulian terhadap dunia pendidikan, nama Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA. Salah satu putra dari salah satu pendiri Nahdatul Ulama ( NU) ini membangun pondok pesantren bernama Amanatul Ummah di daerah Siwalankerto-Surabaya dan Pacet, mojokerto, Jawa-timur. Dalam waktu 10 tahun, kiai Asep berhasil menjadikan pondok pesantren modern dan madrasah unggulan dan memiliki lebih dari 12 ribu santri.
Pesantren yang dimiliki nya, dibangun dengan hasil jerih payah dan keringet sendiri dikumpulkan dari hasil mengajar dan membangun usaha. Kiai Asep tidak menerima atau mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah.
Nama Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA. Sudah cukup di kenal dari kalangan Petinggi negeri dan pejabat negara, pejabat daerah bahkan masyarakat Jawa- timur. Sosok kiai yang di juluki kiai Miliarder, kiai Manajer, Kiai Profesor. sosok yang sangat sederhana, walaupun berpenghasilan puluhan miliar. Sedekah menjadi kebiasan keseharian kiai Asep, ia mensyukuri rezki Allah. dengan cara berbagi kepada sesama, sebuah sikap kedermawanan yang hanya bisa tumbuh dari hati yang tulus dan suci, karena menyadari semua harta benda yang di miliki hanya titipan Allah semata.
Namun, siapa yang menyangka, kiai Asep untuk mencapai kesuksesanya ternyata mulai dari nol. Ia awalnya terdera dalam kemelaratan demi mengejar harapan bisa mengenyam pendidikan. Sejak kecil kehidupan keluarganya selalu dalam kungkungan kemisikinan. Di sekolah pun dikenal santri yang melarat.
Meski dirinya adalah anak ulama besar, tapi kiai Asep terbiasa hidup mandiri. Ia gigih dan ulet dalam berjuang mengapai pendidikan tinggi. bahkan dia pernah menjadi kuli bangunan untuk menutupi biaya masuk kuliah, hidup berpindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya, tidur di mushala-mushala, demi harapan agar tetap melanjutkan pendidikan.
Banyak inspirasi yang bisa diteladani dari kehidupan kiai Asep ini. Kisah hidupnya bisa menjadi inspirasi para semua kalangan dan banyak orang. Kegihan, keuletan, dan kesabaran kiai Asep dalam berjuang, patut ditiru oleh generasi muda di Indonesia dalam mengapai cita-cita mendapatkan pendidikan tinggi.
Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA. Sukses membangun pesantren besar dalam waktu singkat. Ia sukses mendirikan dan mengengembangkan pondok pesantren dalam waktu yang singkat. Hebatnya, waktu singkat langsung berkembang pesat dan besar. Santrinya terus bertambah ini sesuatu yang luar biasa.
Kiai Asep mendirikan pondok pesantren Amanatul Ummah di pacet pada 2016. Tapi dalam jangka waktu sekitar 9 tahun sudah besar. bahkan santrinya mencapai 10 ribu orang. Total 12 ribu santri dengan santri di pesantren Amanatul Ummah yang di Surabaya.
Perjalanan hidup Kiai Asep penuh lika-liku dan tidak mulus. Perjuangan yang gigih, keuletan dan kesabaran, itulah yang menghantarkan menjadi kiai miliarder yang kini masih langka di Indonesia. Apalagi kiai miliarder yang dermawan. tiap hari bersedekah hinga ratusan juta ini. sangat penting untuk kita implemntasikan dan di tiru sosok yang peduli dengan masyarakat.
Jika indonesia memiliki 10 kiai dan ulama besar seperti kiai Asep yang Milyafer sekaligus kedermawan, bangsa Indonesia akan maju, dan sejatera rakyatnya,
Kisah perjalanan hidup KH. Asep Saifuddim Chalim memiliki banyak etos kehidupan yang patut diteladani genersi milenial khususnya para santri dalam membangun kemandirian dan semangat untuk survive berkemajuan, lebih- lebih sebagai santri yang integritas kesantrianya tetap orisinal meskipun telah bertranfmasi sebagai pebisnis dan profesional.
DIdorong oleh keinginan luhur untuk ikut serta mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa, Kiai Asep selalu menyampaikan pengalaman dan prinsip-prinsip hidupnya serta rahasia sukses di manapun di setiap ada kesempatan. Hal itu dilakukan karena ia berharap terhadap semua pesantren di seluruh pelosok negeri bisa mengikuti jejaknya, sehingga bisa ikut serta berkontribusi besar dalam merealisasikan cita-cita kemerdekaan yaitu terwujudnya masyarakat yang maju, adil dan makmur. (Red 01)












