Berita  

Sarasehan Pendidikan Nasional Pergunu

Mojokerto – Sarasehan Pendidikan Nasional Pergunu pada Jum’at, 26/5/22, tepatnya di Pesantren Amanatul ummah, di desa kembang Melon,  Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Prof. DR. H. Muhammad Ali Ramdhani S.TP. MT. Derektur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama sebagai nara sumber mengatakan Pendidikan bukan segalanya   dalam membangun sebuah peradaban,  tetapi pendidikan bagian penting sebagai sarana untuk membangun sebuah peradaban.

Untuk membangun peradaban, sumber daya manusia juga sangat penting dan memegang peranan yang fital, untuk itu perlu menyiapkan sumber daya manusia berkopenten lawat pendidikan merupakan sebuah keniscayaan.

Selain mata pelajaran dan sarana  pendidikan, guru sangat penting untuk menghasilkan anak didik yang berkualitas. Untuk itu kalau ingin membangun peradaban yang mulia dan berkualitas, maka diperlukan para guru yang bermualitas dan mulia.

“Perlu di pahami oleh semua para guru bahwa orang yang terus belajar adalah pemilik masa depan sementara orang yang berhenti belajar akan tertinggal dan dilindas oleh sejarah. Albert Einstein pernah mengatakan bahwa orang yang cerdas adalah orang yang pintar beradaptasi terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

“Universitas Terbuka selama ini telah banyak berkontribusi terhadap pendidikan terutama pendidikan agama dalam bentuk biasiswa,” kata Prof DR. Obat Darojat M.Bus. Dewan pakar Pergunu dan Rektor Universitas Terbuka

Drs. Abu Khoer M.pd. kepala balai besar guru penggerak, Provinsi Jawa Timur, menjelasakan bahwa dengan kemajuan teknologi dunia pendidikan sangat terbantu. Seperti banyak diciptakan alat untuk membantu anak didik  yang berkebutuhan khusus.

“Ketika seseorang bercita-cita besar dan mau mengupayakanya kemudian dipasrahahkan kepada Allah lalu di dorong oleh doa, maka Allah akan mengabulkannya,” kata Ketua Pergunu, Prof DR. Asep Saifudi Chalim  saat memotifasi para guru Nahdhotul Ulama yang hadir di Sarasehan tersebut. (Red 01)