Depok, Nasionalnews.co.id – Curahan hati seorang Istri penderita buta permanen akibat Retina Mata Robek (Ablasi Retina) yang berkediaman di kos-kosan Ben Venue, Jalan H. Sapri, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong Kota Depok berharap belas kasihan pemerintah dan donatur untuk segera melakukan operasi matanya.
Akibat penyakit yang dideritanya itu, Okta mengalamai kebutaan di kedua matanya.
“Kalau gak bisa melihat anak. lebih baik saya gak ada di dunia ini, karena saya merasa hidup saya tidak ada artinya, saya keluar saya gak bisa melihat dunia.” Ucap nya diiringi tetesan air mata.
Ibu rumah tangga asal Lumajang itu berharap Tuhan dapat menyembuhkan matanya agar kerinduan nya dapat melihat anak nya tersampaikan,
“Kekuatan yang saya punya cuman dua, yang pertama Tuhan, dan yang kedua anak saya.” sebut Okta.
“Satu yang saya inginkan sampai dengan hari ini, saya memohon kepada tuhan. agar satu saja mata saya disembuhkan untuk saya dapat melihat wajah anak saya. saya belum melihat wajah anak saya semenjak usianya 4 bulan sampai sekarang sudah hampir 2 tahun.” Harap Okta dengan kesedian yang mendalam yang nampak di raut mukanya kepada awak media di rumahnya.
Dirinnya juga berharap, walau hanya dengan kesembuhan satu mata, dengan itu dirinya dapat mengurusi suami dan anaknya.
“Dengan satu mata, saya masih bisa berkatifitas, merawat anak dengan baik, suami saya bisa bekerja kembali dan tidak merepotkan orang seperti ini.
Disamping itu, demi mendapatkan uang untuk pengobatan istrinya tercinta dan kebutuhan sehari-hari, suaminya Yanto hingga nekat menjual ginjal.
“Saya sudah nekat, dan sudah saya tawarkan ke marketing Rumah Sakit Citra Arafiq dan kepala divisinya.” Ungkap Yanto
“Saya sampai senekat ini hanya untuk kesembuhan istri saya, dan karena dokter dari RS. HGA setelah terakhir rujukan itu mengatakan masih ada peluang untuk kesembuhan Istri saya.” Yakin nya
Namun dirinya menjelaskan, pihak Rumah Sakit terkait sampai dengan sekarang belum memberikan infomasi setelah pengajuan penawaran.
Adapun, demi mengurusi anak nya, ditambah harus merawat Okta yang mengalami gangguan penglihatan sehingga butuh dituntun, dengan lapang dada Yanto harus menerima kenyataan pahit dipecat dari perusahan tempatnya bekerja.
“Karena saya banyak izin untuk merawat anak istri, atasan saya tidak mau tahu, karena yang namanya kita kerja harus konsekuensi. sudah tidak ada jalan lain, ini ujian dari Tuhan, dan saya harus menerima nya.” ujar Yanto.
Kini, menyambung hidup setiap hari nya, keluarganya hanya bisa berharap dari belas kasihan teman dekat dan Aktivis Peduli Rakyat (ASPERA) Kota Depok yang mengunjunginya untuk memberikan makanan dan uang secukupnya.
Ketika ditanyakan mengenai kontrakan tempat dirinya tinggal, Yanto menyampaikan sudah hampir 3 bulan menunggak bayar dan dirinya diminta harus keluar.
“Kalau harus keluar dari kontrakan ini, mau gak mau, saya relah tidur bersama keluarga di jalan. yang terpenting kita masih tetap bersama walaupun suka duka.” Sebut nya. (Clevy/NN)