Ambarawa, – SMA Kanisius Ambarawa terus berinovasi dalam membentuk karakter siswa melalui program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (Projek P5). Salah satu fokus utama yang diusung sekolah adalah membangun kesadaran siswa akan kearifan lokal, terutama warisan budaya berupa Tosan Aji.
Pada Kamis, 19 September 2024, sekolah ini mengadakan acara khusus yang menghadirkan para sesepuh Tosan Aji, di antaranya dr. Aris Pambudi, Giyono, dan Nur, Kadus Kebondowo. Acara tersebut bertujuan mengenalkan generasi muda pada nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Tosan Aji, yang secara harfiah berarti “besi aji” atau keris, salah satu warisan budaya Indonesia yang kaya akan makna filosofis dan sejarah.
“Tosan Aji bukan hanya sekadar senjata tradisional, tetapi juga lambang kekuatan, kebijaksanaan, dan nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Lewat pengenalan ini, kami berharap siswa dapat memahami dan menghargai warisan budaya Indonesia,” ujar dr. Aris Pambudi dalam sambutannya.
Makna Filosofis Tosan Aji
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tosan aji berarti besi aji, yang mengacu pada benda-benda pusaka seperti keris, pedang, tombak, kujang, dan lain-lain. Dalam budaya Nusantara, Tosan Aji memiliki makna yang lebih luas dan dalam, tidak hanya sebagai alat perang, tetapi juga sebagai simbol status sosial, religiusitas, dan estetika.
“Tosan Aji adalah hasil karya para Empu zaman dahulu, dan setiap pusaka memiliki tuah serta nilai spiritual yang sangat tinggi. Ini adalah bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga,” tambah dr. Aris Pambudi.
Sementara itu, Nur Kadus Kebondowo mengaitkan Tosan Aji dengan legenda lokal, seperti cerita rakyat tentang Baru Klinting, yang dipercaya sebagai asal-usul terbentuknya Danau Rawa Pening. “Legenda seperti Baru Klinting mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga hubungan dengan alam dan sesama manusia,” jelas Nur.
Membangun Jiwa Kebhinekaan
Dengan mengusung tema Bangunlah Jiwa dan Raganya, SMA Kanisius Ambarawa berkomitmen membekali siswa dengan pengetahuan mengenai budaya lokal, sembari memperkuat semangat kebhinekaan. Program ini sejalan dengan tujuan Projek P5 yang menekankan pengembangan karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
Acara ini mendapat apresiasi dari para peserta didik yang antusias mempelajari lebih dalam tentang Tosan Aji dan legenda yang melekat pada budaya setempat. Mereka juga diberi kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para sesepuh, menciptakan interaksi yang mendalam antara generasi muda dengan pelestari budaya tradisional.
Menjaga Warisan untuk Generasi Mendatang
Melalui program ini, SMA Kanisius Ambarawa berharap dapat terus melestarikan kearifan lokal dan menanamkannya pada siswa sebagai bagian penting dari identitas nasional. Kearifan lokal, seperti Tosan Aji, tidak hanya diwariskan sebagai benda, tetapi juga sebagai nilai moral dan etika yang harus terus hidup di tengah-tengah masyarakat modern.
Acara tersebut diakhiri dengan pesan dari para sesepuh untuk generasi muda agar senantiasa menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa, sekaligus menjadikannya sumber inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.
(Laporan: Nano)












