Ket.Foto: H. Tafdil, S.E., M.M. (Ketua PAN Bombana)
Bombana, NASIONALNEWS CO.ID – Sosok H. Tafdil, S.E., M.M. kembali menjadi sorotan dalam dinamika internal Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bombana. Dengan pengalaman panjang dan kepemimpinan yang dinilai piawai, dan pengalaman dalam memimpin organisasi. Tafdil dianggap sebagai figur yang mampu membawa partai berlambang matahari tersebut ke arah yang lebih baik.
Dikenal sebagai pemimpin yang telah “makan asam garam” dalam dunia politik, Tafdil dinilai tidak hanya sebagai nahkoda, tetapi juga panutan bagi kader-kader PAN di Bombana. Kepemimpinannya selama dua periode, yakni 2011–2016 dan 2017–2022, menjadi bukti rekam jejaknya dalam membesarkan partai.
Menanggapi isu regenerasi di tubuh partai, Tafdil memberikan penegasan penting. Menurutnya, regenerasi bukan sekadar pergantian figur, melainkan proses panjang dalam menyiapkan kader yang benar-benar siap memimpin.
“Perlu saya luruskan bahwa regenerasi itu bukan semata soal pergantian figur, tetapi soal proses menyiapkan kader agar siap memimpin. Selama ini kami tidak menutup ruang—justru kami terus mendorong kader untuk tumbuh, mengambil peran, dan terlibat dalam pengambilan keputusan di partai,” ujarnya.
Ia juga menanggapi adanya dorongan dari kader yang menginginkan dirinya kembali memimpin PAN Bombana. Tafdil memandang hal tersebut sebagai bentuk kepercayaan, bukan sebagai upaya menghambat regenerasi.
“Adapun jika hari ini masih ada dorongan dari kader agar saya kembali memimpin, itu saya maknai sebagai bentuk kepercayaan, bukan keinginan untuk menghambat regenerasi. Namun demikian, saya tetap berkomitmen bahwa ke depan proses kaderisasi dan regenerasi harus lebih terstruktur dan terukur,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Tafdil menegaskan bahwa jika dirinya kembali diberikan amanah, maka posisi tersebut akan dimanfaatkan sebagai masa transisi kepemimpinan. Fokus utamanya adalah mempersiapkan kader-kader potensial agar estafet kepemimpinan berjalan lebih kuat dan matang.
“Kalau pun saya masih diberikan amanah, maka itu saya posisikan sebagai masa transisi—fokus saya adalah menyiapkan dan mematangkan kader-kader potensial agar estafet kepemimpinan ke depan berjalan lebih kuat dan siap,” tegasnya.
Dengan komitmen tersebut, Tafdil menegaskan dirinya bukan sosok yang anti terhadap regenerasi. Sebaliknya, ia ingin memastikan bahwa proses tersebut berjalan dengan baik dan melahirkan pemimpin yang benar-benar siap membawa PAN ke masa depan yang lebih solid dan berdaya saing.
(BS)












