Salatiga – Nyadran biasa tiap tahun jatuh menjelang memasuki bulan Suci Ramadhan. Oleh sejumlah warga masyarakat Nyadran dilakukan oleh masing masing keluarga berkunjung ke Makam atau Ziarah Kubur para leluhur sehingga ada daerah tertentu Nyadran sudah menjadi tradisi.
Seperti halnya yang terjadi di lingkungan RW.09 Mangunsari Salatiga, ratusan warga Guyub dalam penyelenggaraan “Nyadran Bersama” Meski penyelenggaraan nya di prakarsai oleh “Papala” RW 09 namun di hadiri oleh ahli waris dari luar kota terlihat kebersamaan dari keragaman tanpa melihat latarbelakang atau RAS. ini bukti mencerminkan Salatiga kota Toleran.
Dalam kesempatan itu, Ketua PKK 09 Mangunsari, Sulistyorini, ketika di konfirmasi tentang penyenggaraan acara “Nyadran Bareng” ini tak luput melibatkan kalangan ibu ibu. Hal ini menurutnya bagian pengabdian masyarakat.
Disamping itu juga disampaikan, giat PKK antara lain kegiatan Senam, ada pertemuan routine dan pada moment tertentu PKK mengadakan aksi Bhakti Sosial serta salah satunya Nyadran Bersama yang berkolaborasi dengan RW 09 serta Papala di Makam Andong dan Jati
“Harapan saya acara Nyadran Bersama tetap di Lestarikan karna ini bagian dari nguri uri budaya” demikian di ungkapkan Sulistyorini yang di dampingi Tiwi Munarno, Minggu (23/02)
Sementara itu, ketua panitia Nyadran Bersama 2025 , Sandimin ketika di konfirmasi , penyelenggaran Nyadran Bersama tahun ini lebih meriah dari tahun sebelumnya. Alasannya , Nyadran bersama di mulai 2022 ketika itu hanya di ikuti oleh lingkungan warga RW 09 Mangunsari namun kedepan antusias ahli waris sangat mendukung sehingga tahun ini dengan kebersamaan terasa lebih guyub.
Penyelenggaran Nyadran Bersama, menurut
Sandimin lebih bertujuan untuk mengenang para pendahulu kita yang sudah meninggal di alam sana (alam langgeng) serta di Doa kan agar mendapat Ampunan , serta di terima Amal baiknya. Dan bagi keluarga yang masih hidup bisa berbuat baik, hidup dengan Istoqomah sehingga dapat membawa nama baik para pendahulu.
“Nyadran Bersama ini bermula dari tahun 2022 yang di prakarsai oleh Papala, tahun kemudian mendapat antusias dari para waris leluhur maka Alhamdulillah tahun ini bisa lebih regeng dan guyub” ucap Sandimin
Acara yang berlangsung di pintu masuk Makam Andong di buka pukul 08 pagi. Sementara itu seluruh rangkaian acara yang di buka oleh Sambutan dan ditutup Doa , sebagai puncak acara makan bersama. Nampak yang hadir di acara turut menikmati berbagai masakan yang telah disiapkan oleh sejumlah warga secara swadaya. Hadir dalam acara itu ketua RW. 09 Joko Riyanto serta perwakilan perangkat kelurahan Mangunsari Kecamatan Sidomukti
Ditempat terpisah, juru Kunci Makam , mbah Wagimin (83) memberi kesaksian bahwa makam Andong di Jalan Osamaliki bukan lahan milik Pemkot Salatiga melainkan tanah Wakaf dari Eyang Prawiro Kusumo pada 1836. Masih menurut mbah Wagimin, tanah seluas satu hektar itu mampu menampung lima ribu Jenazah.
“Makam Andong bukan lahan milik Pemkot melainkan tanah Wakaf dari Eyang Prawiro Kusumo pada 1836” tandas mbah Wagimin
(NONO)












