Berita  

Ketua MA Resmi Buka Kejurnas PTWP XX Tahun 2026 di Malang

MALANG – Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia, Sunarto, secara resmi membuka Kejuaraan Nasional Perorangan Tenis Warga Peradilan (PTWP) XX Tahun 2026 di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (12/6/2026).

Ajang tenis terbesar di lingkungan peradilan Indonesia tersebut akan berlangsung selama lima hari, mulai 12 hingga 16 Juni 2026, dan diikuti oleh atlet-atlet tenis dari empat lingkungan peradilan di seluruh Indonesia.

Pembukaan PTWP XX berlangsung meriah dengan dihadiri para pimpinan MA, Ketua Kamar MA, pejabat eselon I, Ketua Pengadilan Tingkat Banding dan Tingkat Pertama, serta ratusan peserta dan pendamping dari berbagai daerah.

Sebagai simbol dimulainya kejuaraan, Ketua MA melakukan pukulan pertama atau first serve yang disambut antusias seluruh peserta dan tamu undangan. Momen tersebut menandai dimulainya rangkaian pertandingan yang menjunjung tinggi sportivitas, kebersamaan, dan persaudaraan antarwarga peradilan.

Dalam sambutannya, Sunarto menegaskan bahwa PTWP bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas keluarga besar peradilan Indonesia.

Menurutnya, melalui kegiatan olahraga seperti PTWP, hubungan antarsatuan kerja dan aparatur peradilan dapat semakin erat, sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga peradilan secara lebih optimal.

“PTWP menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan, menjaga kesehatan, sekaligus membangun semangat persaudaraan di lingkungan peradilan,” ujarnya.

Selain menjadi ajang pencarian prestasi, PTWP XX juga diharapkan menjadi sarana pembinaan atlet tenis warga peradilan yang berkelanjutan. Berbagai kategori pertandingan dipertandingkan dalam kejuaraan ini, dengan peserta yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia.

Penyelenggaraan PTWP XX di Kota Malang diharapkan berjalan sukses hingga penutupan pada 16 Juni mendatang dan mampu melahirkan para juara yang menjunjung tinggi nilai fair play, integritas, serta semangat sportivitas yang menjadi bagian dari budaya kerja insan peradilan.

Kejuaraan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi dan persatuan di lingkungan MA beserta badan peradilan yang berada di bawahnya. (Ramdhani)