JAKARTA – Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung (MA) RI, Muchlis, mendorong seluruh pimpinan pengadilan agama menerapkan kepemimpinan yang mengayomi, terbuka terhadap aspirasi bawahan, serta menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas.
Pesan tersebut disampaikan Muchlis saat memberikan pembinaan kepada jajaran Pengadilan Agama (PA) Lubuk Linggau, Senin (27/7), dalam kegiatan bertema “Membangun Sinergi, Loyalitas, dan Pelayanan Prima di Lingkungan Peradilan Agama”.
Menurut Muchlis, seorang pemimpin tidak cukup hanya memberikan instruksi, tetapi juga harus hadir untuk mendengarkan persoalan yang dihadapi bawahannya dan memberikan solusi, baik terhadap kendala teknis maupun nonteknis.
Ia menilai pendekatan yang persuasif dan keteladanan akan lebih efektif dalam membangun kerja sama tim dibandingkan kepemimpinan yang mengandalkan sikap keras. Karena itu, setiap persoalan di lingkungan kerja sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah agar suasana kerja tetap harmonis.
Lebih lanjut, Muchlis menegaskan bahwa loyalitas aparatur peradilan bukan berarti kepatuhan tanpa kritik, melainkan kesetiaan terhadap aturan, integritas, dan penghormatan terhadap sistem organisasi yang didasarkan pada visi bersama lembaga peradilan.
Ia juga mengingatkan pentingnya budaya kerja kolektif kolegial, khususnya dalam musyawarah majelis hakim. Menurutnya, proses musyawarah yang sehat akan menghasilkan putusan yang lebih matang, objektif, dan berkualitas sehingga mampu menjaga kepercayaan masyarakat pencari keadilan.
Dalam kesempatan tersebut, Muchlis menempatkan integritas sebagai fondasi utama lembaga peradilan. Jabatan, kata dia, bukanlah sarana mencari keuntungan pribadi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh keteladanan.
Untuk memperkuat integritas, Badilag terus mendorong pengawasan yang berkelanjutan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, optimalisasi layanan berbasis digital, serta pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Muchlis juga mengutip pesan Ketua Mahkamah Agung, Sunarto, yang mengajak seluruh aparatur peradilan untuk terus mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Teruslah mengabdi, tanpa berharap balas budi. Teruslah berprestasi, tanpa mengharap apresiasi. Jangan menunggu sempurna, untuk melayani secara paripurna,” ujar Muchlis mengutip pesan Ketua MA.
Kegiatan pembinaan diawali dengan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Dirjen Badilag sebagai pembina apel. Acara diikuti oleh Ketua, Wakil Ketua, para hakim, panitera, sekretaris, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh aparatur PA Lubuk Linggau. (Ramdhani)












