Berita  

Aksi Mahasiswa Paska Lebaran 

Jakarta, Nasionalnews.co.id – Sejumlah massa dari berbagai latar belakang sering mengadakan aksi unjuk rasa. Massa buruh dan mahasiswa sering menggelar aksi demo, baik di Gedung DPR/MPR maupun di Patung Kuda Arjuna  dengan bermacam tututan.

KH.As’ad Said Ali mengatakan Aksi Gerakan mahasiswa selama bulan puasa selain berhasil mencegah pengingkaran konstitusi cq perpanjangan periode presiden, juga mampu melukai kedigdayaan olygarki kekuasaan. Unjuk rasa mahasiswa menjadi daya dorong Kejagung membongkar korupsi pejabat Kemendag dengan O oligarki. Lebih jauh aksi mahasiawa juga mampu mengusik kenyamanan beberapa pejabat teras.

Banyak pihak yang  berharap agar aksi mahasiswa selanjutnya tetap berdasarkan idealisme menjaga perjalanan demokrasi diatas rel konstitusi dan tujuan bernegara. Jangan sampai ditumpangi penumpang gelap yang dapat merusak dan menarik aksi mahasiswa kearah anarkhi dan kepentingan politik pihak tertentu. Sejauh ini ada indikasi kemungkinan akan masuknya penumpang gelap tersebut,

Aksi mahasiswa  juga telah menunjukkan semangat persatuan yang kuat diantara mereka . BEM Nusantara, BEM SI dan AMI menjadi barisan yang solid , militan dan cukup disiplin. Aksi mahasiswa juga tidak terpengaruh oleh kasus pengeroyoan  “Ade Armando” dan tetap tegak lurus menolak pembelahan masyarakat atau polarisasi politik, suatu politik pecah belah yang menjadi wabah demokrasi sejak 2016.

Aksi mahasiswa selama ini terjadi tidak hanya di Jakarta saja ,tetapi juga di kota kota besar lainnya. Jumlahnya relatif tidak besar karena berkenaan dengan bulan puasa. Namun setelah liburan idul fitri usai, jumlahnya diperkirakan akan jauh lebih besar. Elemen elemen lain akan melibatkan diri diantaranya elemen buruh, pemuda dan yang lainnya.

Agenda pokok yang menjadi pemicu gerakan , “perpanjangan periodesasi presiden “ sudah mendapat respon positif dari Presiden Joko Widodo. Namun demikian agenda lainnya tidak kalah penting  dan menarik antara lain turunkan harga, ketimpangan ekonomi, tuntutan pelengseran dan reshuffel kabinet. Bahkan tuntutan turunkan harga menjadi isu yang menyentuh langsung emosi masyarakat.

“Isu-isu tersebut memang sudah sering kita dengar selama ini bahkan hampir setiap waktu, dan akan terus disuarakan, itu artinya demo mahasiswa paska lebaran akan terus marak. Tetapi persoalannya yang penting dicatat bahwa tahun ini memasuki “tahun politik” , hajatan lima tahunan Pilpres , DPR /DPD / DPRD. Bahkan untuk pertama kali kepala daerah dipilih secara serentak. Bisa dibayangkan betapa tingkat kesibukan para penyelenggara dan insan politik negeri tercinta serta aparat keamanan dan intelijen” jelas mantan Waka-BIN yang sudah berpengalaman puluhan tahun baik di era pemerintahan Gus Dur, Megawati maupun SBY. Minggu 24/04/22.

Dalam suatu dinamika yang sangat tinggi, berbagai kemungkinan bisa terjadi secara tidak terduga. Pemicu konflik bisa datang dari luar atau dalam negeri. Berdasarkan pengalaman,  kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal misalnya “pernyataan tokoh yang kontroversiil atau tidak proporsional “.

Oleh karena itu , diperlukan kewaspadaan tinggi dari pihak pihak yang bertanggung jawab sesuai bidang masing-masing. Monitoring  perkembangan ipoleksosbudkam secara cermat dan disertai dengan ketepatan orientasi dan antisipasinya. KPU dan BAWASLU akan mempunyai beban kerja yang luar biasa. (Red 01)