Apa Indonesia Sudah Mengimplementasikan Demokrasi Pancasila?

Jakarta, Nasionalnews – KH. As’ad Said Ali menceritakan, pada peringatan lahirnya Pancasila 1 juni 2021,  sambil menghisap cerutu kiriman Bung Z Naro. Saya merenungkan dan bertanya dalam hati, apakah demokrasi kita termasuk paska Reformasi sudah mencerminkan nilai nilai Pancasila? Kata banyak orang, demokrasi kita masih bersifat prosedural dan bahkan transaksional. Terlalu mahal sehingga faktor money politik cukup menonjol.

Mungkin kita belum secara tuntas menjabarkan pasal UUD yang terkait dengan demokrasi yaitu pasal tentang HAM ( pasal 28 A sampai 28 J ). Dari pasal 28 A sampai pasal 28 I berisi tentang hak-hak kebebasan yang substansinya sama sebangun dengan kebebasan ala liberalisme .Sedang  pasal 28 J berisi pembatasan ham sesuai degan UU no 39 th 1999 tentang HAM yang merupakan penjabaran TAP MPR no 17 tahun 1999 tentang kondisi khusus HAM nasional. 

Bagaimana menyerasikan nilai demokrasi universal  dengan nilai budaya nasional, itulah persoalan pokoknya. Sistem politik apapun harus sesuai dengan nilai budaya suatu masyarakat, demikian kata Imam Al Mawardi pada abad 12 dalam kitabnya  Al Ahkam As Sulthaniyah dan Alexis de Toqouville pada abad 19 dalam bukunya Democracy in America. 

Sebagai sebuah konsep, Musyawarah untuk Mufakat merupakan cara berdemokrasi yang mengutamakan “menang untuk semua” atau tidak ada yang kalah. Nilai individualistik dan “zero sum game” atau “the winner take all” yang merupakan nilai demokrasi liberal barat, tidak selaras dengan Demokrasi  ala Pancasila.

Persoalannya adalah kapan nilai-nilai Musyawarah dan mufakat tersebut dijalankan dalam fase 74 tahun Indonesia merdeka? Apakah nilai-nilai tersebut cukup besar dan sakral dalam sebuah ideologi bangsa? Sehingga menginspirasi proses demokrasi Indonesia.

“Dari masa Sukarno sampai masa Suharto, dan masa reformasi  penerapan demokrasi Pancasila  (Musyawarah untuk Mufakat) belum menjadi fakta sejarah. Untuk itu ke depan bangsa Indonesia mesti membuat  konsessus kembali untuk mengimplementasikan Demokrasi Pancasila” pungkas KH. As’ad, lewat medsosnya, Senin, 7/6/2021. (Red)