Berita  

Bunda Nur Mayang Sari, Menggabungkan Pengobatan Tradisional, Dakwah, dan UMKM untuk Memberdayakan Masyarakat

GARUT – Di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi layanan kesehatan, pengobatan tradisional masih menjadi pilihan sebagian masyarakat Indonesia. Salah satu sosok yang konsisten mengabdikan diri dalam bidang tersebut adalah Bunda Nur Mayang Sari, perempuan asal Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dengan prinsip hidup sederhana dan keinginan kuat untuk bermanfaat bagi sesama, Bunda Nur Mayang Sari selama bertahun-tahun membantu masyarakat melalui layanan pengobatan tradisional dan pendampingan spiritual. Setiap hari, kediamannya didatangi warga dari berbagai wilayah di Garut bahkan dari luar daerah yang ingin berkonsultasi terkait berbagai keluhan kesehatan.

“Layanan yang diberikan meliputi terapi tradisional, totok aura, pendampingan kesehatan nonmedis, dan pengobatan dll. serta penggunaan ramuan herbal berbahan alami. Sebagian ramuan tersebut diracik sendiri menggunakan bahan-bahan tradisional yang telah lama dikenal masyarakat,”ungkap Bunda Nur Mayang, Kamis (18/6/26).

Menariknya, pelayanan yang diberikan tidak hanya menjangkau masyarakat sekitar. Berkat kemudahan komunikasi digital, pasien dari berbagai daerah seperti Kalimantan dan Sulawesi juga dapat berkonsultasi dari jarak jauh. Setelah proses konsultasi, kebutuhan herbal dan ramuan pendukung dapat dikirim melalui jasa ekspedisi.

Namun demikian, Bunda Nur Mayang Sari selalu mengingatkan bahwa pengobatan tradisional merupakan bentuk ikhtiar yang dilakukan manusia, sedangkan kesembuhan tetap berasal dari Allah SWT. Ia juga mendorong masyarakat untuk tetap memanfaatkan layanan kesehatan profesional apabila diperlukan.

Selain aktif membantu masyarakat melalui pengobatan tradisional, Bunda Nur Mayang Sari juga dikenal sebagai penceramah yang rutin mengisi tausiyah di berbagai majelis pengajian. Menurutnya, kesehatan fisik dan kesehatan spiritual harus berjalan beriringan agar seseorang dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.

Tidak berhenti di situ, semangat kemandirian ekonomi juga menjadi bagian penting dalam aktivitasnya. Bunda Nur Mayang Sari mengembangkan berbagai usaha berbasis UMKM, mulai dari budidaya ikan nila dan ikan mas hingga pengelolaan lahan pertanian yang menghasilkan ubi Cilembu dan kopi.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus dukungan terhadap ketahanan pangan lokal. Usaha yang dijalankannya pun mendapat apresiasi dan perhatian positif dari berbagai pihak, termasuk kalangan legislatif daerah.

Melalui kegiatan sosial, dakwah, pengobatan tradisional, dan pengembangan UMKM, Bunda Nur Mayang Sari berharap dapat terus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Ia meyakini bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa membantu sesama, memperkuat silaturahmi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi, Bunda Nur Mayang Sari dapat ditemui di RT 08 RW 01 Kampung Cigangsa, Desa Situsari, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Konsultasi juga dapat dilakukan melalui WhatsApp di nomor 0859-4652-1633.

(Red-03)